Kalian tahu IKN kan? Nah, di sana ada bandara keren loh.
Tahukah kalian, sejak jadi Juni 2025 setahun lalu, berapakah penerbangan komersil dari dan ke bandara IKN?
0. Alias kosong.
Berapa biaya bangunnya? 4,9 triliun, 2x biaya bandara Kertajati. Berapa biaya perawatannya, banyak. Ngakunya sih hanya 9 miliar per tahun, tapi itu jelas lebih. Bayar listrik, AC, perawatan ini itu, duit semua.
Begitulah nasib bandara ini. Duit habis, nganggur.
Dan sekarang, mereka punya ide: yuk jadikan embarkasi haji. Hahaha, lucunya bukan main. Elu mindahin embarkasi Balikpapan ke IKN itu butuh bangun asrama haji, dll dsbgnya. Itu tuh bukan kayak mindahin lemari di rumah. Apalagi embarkasi Banjarmasin ke IKN, itu dari Banjar ke IKN jamaah pakai pintu doraemon apa?
Maka, dengan segala argumen: runaway panjang, bisa direct langsung Arab, dll menjadi hambar saja deh jika dihitung secara keseluruhan. Atau, atau, kalian memang fokus proyek saja sih. Bangun asrama, dkk. Yes! Paham deh. Kalian kadung malu, jadi mulai deh nyari-nyari jurus sakti.
Saran nih, tirulah bangsat-bangsat yang nutup bandara Husein Bandung. Kamu tutup saja bandara Balikpapan, Banjarmasin, dan sekitarnya, suruh semua ke IKN. Mungkin jadi rame itu bandara IKN.
Sudahlah, nikmati saja bandara nganggur ini. Paling mentok, bandara ini bisa dimanfaatkan oleh Lion Air, dkk buat MRO, pendidikan, dll. Masuk akal. Tapi di luar itu, ciyus, siapa yg mau mendarat di sana? Hantu? Jin? Kuntilanak?
(Tere Liye)






