Keluarga Jokowi “Menjepit” Prabowo

✍️Erizal

Tak hanya Jimly Asshiddiqie, tapi juga Dahlan Iskan pagi ini mengatakan hal yang hampir sama. Bahwa Presiden Prabowo tidak hanya diapit Bapak dan Anak (Jokowi dan Gibran), tapi sekaligus dengan keluarga besarnya. Dan Presiden Prabowo tetap bisa menunjukkan raut wajah penuh kebahagiaan.

Sementara itu putra Presiden Prabowo, Ragowo Hediprasetyo (Mas Didit), bersama, ibunya, Titiek Soeharto (Siti Hediati Hariyadi) tampak bahagia juga ada di bawah panggung utama, menyaksikan kesenian yang ditampilkan anak-anak Indonesia. Mereka jauh dari tafsir politik di panggung utama.

Tak bisa dimungkiri, keluarga besar Jokowi adalah keluarga politik baru di Indonesia. Tidak saja bisa menyaingi keluarga politik lainnya seperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhonoyo, tapi bahkan melampaui keluarga-keluarga politik yang pernah ada di Indonesia. Luar biasa keluarga besar Jokowi.

Untung saja, anak bungsunya, Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, bersama keluarganya tak berada di kursi belakang Presiden Prabowo. Bersama juga dengan menantunya, Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara, dan anaknya, Kahiyang Ayu. Kalau itu terjadi, memang tak ada lawan keluarga Jokowi.

Tapi, Presiden Prabowo, bukan tidak sadar itu, lalu menjaga jarak dan menghindar. Ia sadar itu, bahkan sebelum prosesi itu terjadi. Makanya ia seperti kata Jimly Asshiddiqie, termasuk Dahlan Iskan pagi ini, masih bisa terlihat bahagia dan melepas senyum tanpa dibuat-buat. Prabowo tak bisa bersandiwara, tapi bukan tidak tahu orang sedang bersandiwara.

Prabowo dan Jokowi bisa berdekatan secara fisik, bahkan diapit atau dikepung, tapi hatinya terlihat sekali tak terjepit atau berjauhan. Jalan yang ditempuh Prabowo dan Jokowi tidak saja bersimpang jalan, tapi juga bertolak belakang. Ini terlihat dari jalan kebijakan yang ditempuh Prabowo dua tahun ini.

Masih belum sempurna dan banyak kekurangan, tapi jalan kebijakan Presiden Prabowo tak akan berubah mengikuti jalan kebijakan Jokowi. Bulan madu oligarki dan kekuasaan sudah berakhir. Tapi bukan tak ada tantangan; banyak sekali tantangan. Apalagi situasi politik global sangat tidak mendukung. Lulus diuji tantangan besar, tantangan kecil akan mudah dilalui. Termasuk, soal politik keluarga itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. namanya juga berkelanjutan coyyy. apa benar berkelanjutan ? entahlah….. 🙃👶 coba perhatikan kedua pasang sikut sudah siYap beradu 🤣🤣🤣🤣

  2. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL: “Tuh kan terbukti kalau junjungan sekaligus sesembahan ku si Jokodok plonga plongo raja ngibul itu SANGAT SAKTI‼️
    Buktinya sampai hari ini dia selalu terdepan. Bhuahahahaha…huahahahaha…ngoahahaha…JLEBBB‼️

  3. Orang bahagia diapit keluarga oslo kok dibilang hatinya berseberangan, aneh ini cara berpikir Erizal … dia benci dg keluarga oslo dan menjadi die hard prabowo, tp junjungannya memuji keluarga oslo … ternyata ada jg pengamat super t*l*l di negeri ini …