Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, akhir Agustus mendatang, gerilya untuk menggolkan calon ketua PBNU kian mengencang. Di Jawa Tengah, sejumlah kiai mengaku tengah didekati para tim pemenangan calon tertentu dan diiming-imingi uang Rp50 juta.
Guna memuluskan calonnya, tim pemenangan yang diduga melibatkan pejabat daerah bahkan mengklaim langkahnya itu sebagai ‘perintah istana’.
Ali (bukan nama sebenarnya), salah seorang rais syuriah PCNU di Jawa Tengah kepada erakini mengakui pada Senin (17/8/2026) telah diajak pertemuan khusus dengan tim sukses calon tertentu.
Dalam pertemuan empat mata tersebut, Ali sebagai pimpinan syuriah PCNU diminta untuk merekomendasikan KH Miftachul Akhyar sebagai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada muktamar nanti.
Bagi Ali, upaya berdiskusi dengan jajaran syuriah jelang muktamar adalah hal wajar. Namun yang dia kaget, tim pemenangan tersebut justru menawarkan uang hingga Rp50 juta.
Bahkan besaran tawaran akan ditambah jika dia sudah hadir di arena muktamar. Ali mengaku prihatin atas lobi-lobi dengan menawarkan uang untuk penentuan pimpinan NU mendatang.
“Beliau ini mungkin memiliki satu kelompok atau faksi sendiri untuk memenangkan calonnya. Namanya representasi uang kan tetap tidak bisa lepas dari kepentingan-kepentingan kelompok,” kata Ali, Selasa (18/8/2026).
Ali mengakui bahwa dalam urusan politik, praktik semacam itu bisa saja dianggap wajar. Namun, menurut dia, hal tersebut perlu ditinjau ulang jika terjadi dalam konteks Muktamar NU yang diikuti para ulama dan kiai.
Ali menjelaskan, dalam pertemuan tersebut tim pemenangan jelas mengajak untuk mengganti sejumlah anggota AHWA. Dari sembilan anggota AHWA, disebut ada harapan agar beberapa orang diganti.
“Misalkan yang 9 anggota AHWA itu yang pro dengan target itu mungkin 7 atau 6. Yang tiga mungkin pihak lain yang tidak setuju dengan si A,” tutur Ali.
FA, seorang kepala daerah yang disebut-sebut melobi sejumlah rais syuriah di Jawa Tengah agar bersedia mengeluarkan rekomendasi untuk tokoh tertentu menjadi anggota AHWA membantah keras terlibat.
“Mboten, mboten, (tidak, tidak),” kata FA.
Terkait uang yang disebut-sebut ditawarkan kepada rais syuriah PCNU, FA pun mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.
“Aneh, uangnya siapa?” tegasnya.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Sumber: Erakini, X








sudahlah mbah, jgn kau ikuti kebrengsekan gurumu
Beda bgt sama ormas sebelah ya, adem, meriah, tdk ada konflik, apalagi politik uang …
setiap muktamar PBNU terjadi banjir uang
sudah gak malu2 lagi kemaruk duitnya….
uang sapa? uang demit penghuni neraka
Ormas gembel, tp masih bisa di manfaatkan politisi karena pengikutnya banyak.
Bukankah hal seperti ini sudah biasa terjadi juga sebelumnya ? Bolelah diterima lumayan kan 50 jeti kapan lagi dapat duit segitu dijaman ini. Paling dicatat malaikat dan catatan itu pun baru diserahkan nanti , setelah dialam lain…😜🤦♀️
ulama, kyai , ustad, dan pemuka agama yang cinta dunia inilah salah satu FAKTOR UTAMA perusak Bangsa dan Negara ini. Karena dia akan menyesatkan jamaahnya untuk MEMILIH PEMIMPIN YANG FASIK DAN MUNAFIK. Ulama yang menjaga Akidah dan Lurus Pasti akan Menjaga Jarak dengan Penguasa dan Menolak Jabatan atau Harta yang ditwarkan. wallohu ‘alam bishowab sesungguh hanya ALLOH YANG Maha mengetahui keBENARannya.
sitik kui…
“Negara yg Rusak dikarenakan Ulama yg Cinta dunia dan Takut mati”
di Agama NU, pemberi rasuah dan penerima rasuah, keduanya masuk suwarga
geng nasakom pemakan besek amplop ini emang aneh
LIHATLAH NU….
Organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia, namun dengan mudah dihinakan dan direndahkan martabatnya.
Bisa kita bayangkan….anak-anak generasi muda NU yg pecandu rokok, dangdut seronok, itu karakter dan sifatnya seperti apa ??
Lihat sekeliling kita…
Lalu setelah usia tua ada diantara mereka yg dihormati, lalu menjadi kyai panutan bagi generasi muda NU berikutnya.
Dan begitu seterusnya….
Apa yg mau diharapkan ??
Coba kita lihat anak-anak muda di sekolah tingkat atas yg saat ini menduduki peringkat atas SMA di Indonesia macam MAN Insan Cendekia Serpong atau para hafiz Quran.
Kita bisa membayangkan karakter dan sifat anak-anak tsb, mereka itu terlihat begitu alim dan santun.
Mereka tentu bukanlah generasi muda yg hobi menghisap rokok, joged dangdut seronok atau sekadar guyon-guyon menjurus maksiat.