Mahasiswa Yang Mengkritik Bukan Musuh Negara

✍️Dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp.JP

Lucunya negeri ini:

Mahasiswa UI turun ke jalan.

Bukan minta uang saku.
Bukan minta fasilitas kampus.

Mereka membawa persoalan rakyat:

Kasus korupsi yang terus muncul di berbagai lapisan pemerintahan.

Harga kebutuhan hidup yang naik.

Lapangan kerja terbatas, penghasilan rendah.

Bencana yang mereka nilai kurang mendapat perhatian.

Program besar seperti MBG dan Kopdes yang masih sarat persoalan.

Serta kekuasaan yang dianggap semakin jauh dari suara rakyat.

Tuntutan pertama mereka bahkan berbunyi:

Tetapi perjalanan mereka menuju Bundaran HI justru dihadang.

BEM UI juga melaporkan 24 Kopaja yang hendak mereka gunakan batal. Sejumlah penyedia kendaraan disebut takut kehilangan pekerjaan jika tetap membantu aksi.

Polisi beralasan Bundaran HI merupakan pusat aktivitas Jakarta dan aksi di sana berpotensi mengganggu lalu lintas. Lokasi lain pun ditawarkan.

Tapi saya tetap sedih.

Kalau mahasiswa sampai turun ke jalan dan menggunakan kalimat sekeras:

pemerintah seharusnya tidak hanya berpikir:

“Bagaimana mencegah mereka sampai ke sana?”

Tetapi bertanya:

Mahasiswa yang mengkritik bukan musuh negara.

Mereka justru sedang menggunakan haknya sebagai warga negara.

Negara yang kuat tidak takut kepada mahasiswa yang bersuara.

Negara yang kuat berani menemui mereka.

Berani mendengar.

Berani menjawab.

Dan kalau memang ada yang salah—

Berani memperbaiki.

FB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. Dasarnya para babi2 itu budeg ndableg maunya dijilat jgn dikritik
    Makhluk seperti itu harusnya dibuang kelaut atau digantung dilangit saat upacata agustusan

  2. dear Fathimah, mungkin mahasiswa seperti anda yg berani dan GK takut mati untuk menyuarakan nasib kami rakyat indonesia tidak banyak, Terimakasih telah mewakili kami rakyat Indonesia yg termarjinalkan oleh negara, dan doa kami SMG perjuangan Anda dan rekan2 Berhasil, Ameen

  3. Pemimpin yg takut pada suara rakyatnya sendiri layak disebut FIRAUN. Firaun Mesir ingin rakyatnya punya mental perempuan yg lemah dan nrimo. Karenanya dia bunuhin anak laki-laki dan membiarkan hidup anak perempuan. Yg mau dibunuh oleh Firaun Konoha adalah KEBERANIAN menyuarakan hak. Mereka suap politisi dan para wakil rakyat utk bersikap seperti “perempuan” yg lemah dan penakut. Tapi tidak utk Mahasiswa. Mereka punya Fatimah Azzahra, simbol perempuan yg berani menyuarakan dan menuntut haknya !!!