Partai Netanyahu nyungsep berdasar survei terbaru jelang Pemilu

Partai Likud partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merosot tajam hanya meraih 23 kursi parlemen menurut jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga penyiaran Israel, Kan.

Hasil jajak pendapat ini muncul hanya berselang dua bulan lebih sebelum pemilihan umum parlemen digelar di Israel pada 27 Oktober 2026.

Pada pemilihan umum legislatif Israel tahun 2022, Partai Likud yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu berhasil memenangkan 32 kursi di parlemen (Knesset). Sekarang diprediksi hanya akan meraih 23 kursi.

Merosotnya dukungan terhadap partai berkuasa dilaporkan akibat ketidakpuasan publik atas penanganan isu keamanan pasca-serangan Oktober 2023, konflik regional yang berkepanjangan, serta perdebatan domestik mengenai undang-undang wajib militer bagi komunitas ultra-Ortodoks.

Berdasarkan hasil survei terbaru dari stasiun penyiaran publik Israel, Kan Reshet Bet, Partai Yashar yang dipimpin oleh mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot kini unggul tipis dengan 24 kursi, sementara partai Likud milik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membuntuti dengan 23 kursi.

Berikut adalah peta kekuatan kursi parlemen berdasarkan jajak pendapat terbaru tersebut:

Proyeksi Kursi Berdasarkan Partai

  • Yashar (Gadi Eisenkot): 24 kursi
  • Likud (Benjamin Netanyahu): 23 kursi
  • Together (Naftali Bennett & Yair Lapid): 14 kursi
  • The Democrats: 10 kursi
  • Otzma Yehudit: 9 kursi
  • Yisrael Beiteinu: 9 kursi
  • United Torah Judaism: 8 kursi
  • Shas: 7 kursi
  • Hadash-Ta’al: 6 kursi
  • Ra’am: 5 kursi
  • Religious Zionist Party: 5 kursi

Peta Koalisi Blok Politik

Sistem parlementer Israel membutuhkan minimal 61 kursi dari total 120 kursi di Knesset untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Saat ini, kedua kubu utama masih menghadapi jalan buntu:

  • Blok Koalisi Netanyahu: Diproyeksikan hanya meraih 52 kursi, jauh dari angka mayoritas untuk mempertahankan pemerintahan.
  • Blok Oposisi (Tengah-Kiri): Diproyeksikan mengamankan 57 kursi.
  • Partai Arab (Hadash-Ta’al & Ra’am): Memegang sisa 11 kursi. Meski secara tradisional tidak bergabung dalam koalisi resmi, dukungan mereka akan sangat menentukan arah pembentukan pemerintahan baru untuk menggantikan koalisi sayap kanan saat ini.

Sumber: Reuters, Ajazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar