Syiah tak akan pernah menang melawan Ahlussunnah?

Pernyataan bahwa Syiah tidak akan pernah menang melawan Ahlussunnah (Sunni) adalah tidak benar dan keliru secara historis.

Dalam panggung politik, militer, dan kekuasaan sejarah dunia Islam, kelompok Syiah berulang kali mencatat kemenangan besar, menaklukkan wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya Sunni, bahkan mendirikan kekaisaran serta dinasti besar yang bertahan hingga ratusan tahun.

Berikut adalah bukti sejarah konkret mengenai kemenangan politik dan militer dinasti-dinasti Syiah atas wilayah atau penguasa Sunni:

1. Dinasti Fatimiyah (909 – 1171 M)

Dinasti yang menganut paham Syiah Ismailiyah ini berawal dari Afrika Utara dan berhasil menaklukkan Mesir, yang saat itu berada di bawah kendali kekhalifahan Sunni (ikhsyidiyah/Abbasiyah).

  • Bentuk Kemenangan: Mereka merebut Mesir, menjadikannya pusat kekuasaan, dan mendirikan kota Kairo serta Universitas Al-Azhar (yang awalnya dibangun sebagai pusat penyebaran doktrin Syiah sebelum akhirnya dikembalikan menjadi Sunni oleh Shalahuddin Al-Ayyubi).
  • Cakupan Wilayah: Kekuasaan mereka meluas hingga ke Syam (Suriah), Hijaz (Makkah dan Madinah), dan Yaman, yang menjadi bukti dominasi militer Syiah atas wilayah-wilayah Sunni selama hampir tiga abad.

2. Dinasti Buwaihi / Buyid (934 – 1055 M)

Dinasti Syiah ini berasal dari wilayah Daylam (Iran utara) dan berhasil melakukan ekspansi militer besar-besaran ke wilayah Irak.

  • Bentuk Kemenangan: Pada tahun 945 M, pasukan Buwaihi berhasil menguasai ibu kota Baghdad, yang merupakan pusat Kekhalifahan Abbasiyah (Sunni).
  • Realita Kekuasaan: Meskipun Khalifah Abbasiyah tetap dipertahankan di atas takhta sebagai simbol hukum, kekuasaan politik dan militer riil sepenuhnya dikendalikan oleh para sultan Dinasti Buwaihi yang berakidah Syiah selama lebih dari satu abad.

3. Dinasti Safawiyah (1501 – 1736 M)

Didirikan oleh Shah Ismail I, dinasti ini merupakan salah satu titik balik terbesar dalam geopolitik dunia Islam.

  • Bentuk Kemenangan: Safawiyah berhasil menaklukkan wilayah Persia (Iran) dan sebagian Irak yang pada masa itu mayoritas penduduknya berakidah Sunni.
  • Dampak Historis: Melalui kekuatan militer dan pemaksaan politik, Dinasti Safawiyah berhasil mengubah demografi Iran menjadi mayoritas Syiah hingga hari ini. Mereka juga menjadi rival militer terberat bagi Kesultanan Utsmaniyah (Sunni) di barat dan Dinasti Mughal (Sunni) di timur.

4. Dinasti Idrisiyah (788 – 974 M)

Dinasti Idrisiyah ( الأدارسة ) adalah dinasti Muslim Arab pertama yang memerintah di wilayah Maghrib al-Aqsha (Maroko) dan sebagian Aljazair barat antara tahun 788 hingga 974 M. Dinasti ini didirikan oleh Idris I (Idris bin Abdullah), seorang keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur cucu beliau, Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Secara historis, Idrisiyah diakui sebagai peletak dasar dan pendiri negara Maroko berdaulat. Dinasti ini menganut mazhab Syiah Zaidiyah.

Perbandingan Dinasti Besar Syiah dalam Sejarah

Dinasti SyiahPeriode KejayaanWilayah yang Dikuasai / DitundukkanSekte Syiah
Fatimiyah909 – 1171 MMesir, Afrika Utara, Syam, HijazIsmailiyah
Buwaihi934 – 1055 MPersia (Iran) dan Baghdad (Pusat Abbasiyah Sunni)Zaidiyah / Imami
Safawiyah1501 – 1736 MPersia (Iran), Azerbaijan, sebagian IrakDua Belas Imam (Itsna Asyariyah)
Idrisiyah788 – 974 MMaroko (Maghrib al-Aqsa)Zaidiyah

Kesimpulan

Narasi bahwa Syiah tidak pernah menang melawan Ahlussunnah secara faktual klaim tersebut keliru, karena dinasti-dinasti Syiah berkali-kali memenangkan pertempuran, menundukkan wilayah Sunni, dan memegang kendali kekuasaan politik yang sangat signifikan dalam sejarah peradaban Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar