Presiden ambyar!

Presiden ambyar!

By Tere Liye

Itu benar, rakyat itu TIDAK pakai dollar.

Tapi lihatlah screenshot data berikut. Ini bukan karang-karangan saya. Ini data dari BPS. Nilai impor Indonesia setiap bulan.

Kita tuh impor sekitar 20 milliar dollar, atau setara 330 Triliun rupiah setiap bulannya. Apa saja yang diimpor? Silahkan cek sendiri tabel.

Nah, apa yang terjadi jika dollar melemah 10% sejak Prabowo berkuasa? Otomatis, barang-barang yang dibeli dari luar ini akan lebih mahal. Perusahaan yang impor saat jual ke rakyatnya otomatis juga akan menaikkan harga.

Rakyat Indonesia itu memang TIDAK pakai dollar. Tapi hanya presiden ambyar-lah yang menggampangkan masalah ini. Denial habis-habisan. Sambil sibuk dengan proyek mercu suarnya.

Yang ironisnya, jika dollar betulan tembus 18.000, itu menu MBG akan semakin kacau balau. Karena gandum, gula, jagung, susu, kedelai, bahkan plastik kemasan pun impor semua dari luar negeri. Menu MBG akan semakin seupil, tidak bergizi, dan tidak enak.

Teruslah santai, Wo. Elu memang tidak perlu pusing-pusing melihat kenaikan harga.

Apanya yang pusing? Buat orang yang punya usaha batubara, tambang, dkk yang ekspor ke luar negeri, mereka justeru tertawa bahak saat rupiah melemah.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Setiap hari ada saja berita pernyataan aki² nyeleneh selalu denial fakta meng- ada² ; ngawur/ngaco, ga nyambung, ga ngotak semaunya saja macam pernyataan buzzer² tulen seperti si AF saja, dianggapnya Indon itu didominasi warga desa dusun pelosok tertinggal semua kalau bercocok tanam / berternak ga dipikirin pupuk/pakan pabrikan bahan bakunya dibeli pakai apa atau suku² pedalaman yg makannya dari tanaman atau berburu.