Tamparan keras Prof. Ferry tanggapi Prabowo ‘orang desa gak pakai dolar’

Prof. Ferry Latuhihin, Ph.D. adalah seorang pakar ekonomi, analis finansial, dan Chief Economist. Ia dikenal luas oleh publik karena gaya komunikasinya yang ekspresif, berani, serta sering kali memberikan kritik tajam terhadap kebijakan fiskal dan moneter pemerintah Indonesia.

Terkait pernyataan Presiden Prabowo ‘orang desa gak pakai dolar’, Prof. Ferry Latuhihin memberi tanggapan pedas:

“Kalau dolar naik, Pak, semua orang kena, Pak. Bukan cuma orang desa aja ya, Pak. Orang hutan juga kena, Pak.

Bapak inget, impor BBM itu bayar pake apa, Pak? Kalau bukan dolar?

Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena, Pak.

Dolar naik, harga minyak naik, emang produksi gak pake minyak, Pak? (Kenaikan biaya produksi) itu akan dipasang ke harga konsumen akhir.

Sampai sekarang minyak goreng aja, Pak, itu udah naik 25%, loh. Yang harga Rp36.000, udah Rp45.000. Itu akibat dolar naik dan harga minyak naik.

Kita membayar minyak yang kita impor. Itu dalam dolar, Pak.

Apakah memang orang desa gak pake minyak goreng? Kan pake minyak goreng, Pak. Di mana-mana orang pake minyak goreng (yang harganya naik akibat dolar naik).

Belum lagi, Pak, gula yang kita masih impor.

Belum lagi, Pak. Yang namanya kacang kedele untuk tahu tempe yang dimakan orang kampung, orang desa. Itu kalau kita impor, kita bayar dalam dolar, Pak.

Belum lagi jagung. Belum lagi beras kalau kita masih impor. Itu kan semua dalam dolar, Pak.

Jadi Bapak salah. Kalau Bapak bilang orang kampung, orang desa tidak megang dolar atau gak berpengaruh pada mereka, memang mereka tidak pegang dolar. Pegang rupiah juga kadang-kadang kok. Namanya orang desa ya, gak punya income apa-apa.

Tapi kalau Bapak bilang orang desa tidak pegang dolar dan tidak menjadi korban daripada dolar, Bapak salah.”

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. Sebenarnya Rupiah itu bisa perkasa tanpa Dollar AS(u). Emas itu juga bisa jadi patokannya Rupiah. Tetapi, mémang présiden Suharto sampai sekarang présiden Prabowo membuat patokannya Rupiah itu Dollar AS(u) dan blanja luar negerinya pakai Dollar. Présiden Prabowo pun membuat perjanjian dagang dengan AS(u) yang sangat berpihak pada AS. Ia membuat Indonesia bergantung pada AS. Sekarang, rasakan akibatnya jadi jongos AS!

  2. usd memang sangat perkasa if china is so great knapa semua dunia pakai usd, if iran winning the war knapa usd semakin menguat terus, angka ga bohong jgn mau dibohongi takiyah siah coba baca media luar bagaimana au iran sudah lumpuh total

  3. Percuma dinasehatin dan ga usah juga nyalahin para pembisiknya prof…sudah ga ketolomg itu pikunnya, sudah nasib bangsa ini dijajah orang² bodoh kuadrat.