Bukan karena beliau miskin ilmu. Bukan pula karena beliau dangkal pemikiran. Akan tetapi, karena beliau hadir membawa keluasan pandangan di tengah manusia yang gemar menyempitkan kebenaran. Beliau datang dengan keberanian ijtihad di saat banyak orang merasa cukup dengan fanatisme dan slogan.
Ada beberapa golongan yang paling sering menyerang dan merendahkan beliau:
1. Kaum Liberal
Mereka memusuhi Syekh Yusuf al-Qaradawi karena beliau membongkar kepalsuan pemikiran yang dibungkus dengan bahasa modern dan slogan kebebasan. Pemikiran yang tampak indah di permukaan, namun rapuh di hadapan wahyu dan tradisi keilmuan Islam. Sang syekh memperlihatkan bahwa tidak semua yang berlabel “kemajuan” benar-benar membawa manusia kepada kemuliaan. Ada pemikiran yang tampak bercahaya, padahal hanya pantulan dari peradaban yang kehilangan ruh.
2. Kelompok Wahabi/Salafi yang Kaku
Tidak sedikit dari mereka yang merendahkan beliau karena Syekh Yusuf al-Qaradawi berusaha meluruskan cara pandang yang terlalu sempit dalam memahami agama. Beliau menolak sikap yang merasa paling benar sendiri, seakan kebenaran hanya keluar dari mulut guru tertentu dan berhenti pada satu cara pandang. Bagi beliau, Islam lebih luas daripada sekadar fanatisme kelompok. Agama ini dibangun di atas hikmah, keluasan fiqih, dan kasih sayang terhadap umat.
3. Kaum Ahbash
Golongan ini juga sering mencela beliau karena Syekh Yusuf al-Qaradawi memasukkan Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab ke dalam barisan Ahlus Sunnah. Sebab beliau memiliki jiwa ilmiah yang luas; tidak mudah mengeluarkan seseorang dari lingkaran Sunni hanya karena perbedaan ijtihad. Beliau berusaha menghidupkan kembali khazanah para ulama klasik, baik dari jalur Al-Ghazali maupun jalur Ibnu Taimiyah, karena beliau meyakini bahwa hikmah tidak dimonopoli oleh satu kelompok tertentu.
4. Ulama Salathin
Mereka adalah ulama yang menjadikan kekuasaan sebagai kiblat fatwa. Tugas mereka bukan lagi membimbing umat, tetapi membenarkan setiap kebijakan penguasa, walaupun menyakiti rakyat. Kehadiran Syekh Yusuf al-Qaradawi menjadi ancaman bagi mereka, karena beliau berbicara atas nama nurani umat, bukan atas nama istana. Beliau mengingatkan bahwa tugas ulama adalah menegakkan kebenaran di hadapan penguasa, bukan menjual agama demi kedudukan.
5. Kaum Fanatik Mazhab
Golongan ini menjadikan mazhab seolah setingkat dengan nash yang tidak boleh disentuh dan dikaji ulang. Mereka mencela Syekh Yusuf al-Qaradawi karena beliau tidak membatasi diri pada satu mazhab tertentu. Beliau menggali pendapat dari seluruh mazhab, menimbang dalil-dalilnya, lalu memilih yang paling kuat dan paling maslahat bagi umat. Bahkan sering kali beliau memahami dasar-dasar dalil mazhab lebih dalam daripada mereka yang hanya mewarisi fanatisme tanpa keluasan ilmu. Bagi beliau, mazhab adalah jalan menuju kebenaran, bukan penjara bagi akal dan ijtihad.
Syekh Yusuf al-Qaradawi adalah sosok yang dicintai banyak umat, sekaligus dibenci oleh mereka yang takut pada keluasan ilmu. Sebab orang yang hidup di dalam sekat akan selalu gelisah melihat seseorang yang membuka cakrawala. Beliau tidak mengajak umat untuk membenci perbedaan, tetapi mengajarkan bagaimana bersikap adil di tengah perbedaan. Dan sering kali, manusia lebih mudah memusuhi orang yang adil daripada orang yang memihak kepada golongannya sendiri.
(Sumardan Hasibuan)







.. Islam bersatulah..
🤲.. 🤲..