Sengkarut Dapur Perintis MBG, Donatur Rugi Rp281 Miliar!

Polemik seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya kian memanas dan mulai memunculkan borok ke permukaan.

Kali ini, nasib apes menimpa Yayasan Kharizma Cendikia Indonesia yang mengaku telah menggelontorkan dana talangan fantastis senilai Rp218,25 miliar demi menyubsidi puluhan dapur perintis di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Awalnya berniat menyelamatkan proyek yang mandek, pihak yayasan justru harus gigit jari karena janji manis yang ditawarkan dari program ini berujung zonk.

1. Talangi dana Rp218,25 miliar demi lunasi utang puluhan vendor

    Kasus ini bermula saat 97 dapur khusus perintis program MBG bentukan BGN berdiri di atas lahan milik Kodim yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Papua, Aceh, hingga Sulawesi.

    Sayangnya, pembangunan infrastruktur dapur-dapur tersebut sempat mandek akibat urusan pembayaran ke vendor.

    Pemilik Yayasan Kharizma Cendikia Indonesia, Munjayin, mengaku diminta oleh Wakil Kepala BGN Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purnawirawan) Lodewyk Pusung (yang kini berstatus tersangka korupsi MBG oleh Kejagung) untuk membantu melunasi utang ke sekitar 40 vendor infrastruktur. Nilai utang per vendor pun bervariasi, mulai dari Rp2 miliar hingga Rp21,8 militar.

    “Mereka dijanjikan, sampai akhirnya gimana caranya kita bisa membantu dulu lah, gitu. Membantu vendor-vendor ini. Ada yang cuma Rp2 miliar, ada yang Rp15 miliar, ada yang Rp4 militar, ada yang 21,8 miliar. Nah, itu rinciannya semua ada di BGN,” ungkap Munjayin saat diwawancarai di Kota Sukabumi, Senin (8/6/2026).

    2. Dijanjikan hak kelola dapur perintis, berujung ditilep yayasan lain

      Sebagai timbal balik atas kebaikan yayasan yang sudah melunasi utang proyek tersebut, Munjayin dijanjikan hak untuk mengelola seluruh 97 dapur perintis tersebut. Tak main-main, saat itu ia diiming-imingi dana insentif operasional sebesar Rp8 juta per harinya.

      Usulan dan kesepakatan tersebut bahkan sudah disampaikan langsung kepada Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Namun, janji tinggal janji. Begitu utang vendor lunas, pengelolaan dapur justru dialihkan sepihak ke pihak lain.

      “Kenyataannya kita di bawah tahu persis bahwa dapur ini dikelola oleh yayasan-yayasan yang kita enggak tahu siapa itu di belakangnya,” sesal Munjayin, yang mengaku dana talangannya belum kembali sepeser pun.

      3. Bayar bertahap lewat cash dan cek langsung ke BGN

        Kuasa hukum Munjayin, Ahmad Yazdi, membeberkan bahwa total dana talangan yang diserahkan kliennya mencapai angka persis Rp218.250.000.000 sesuai kontrak Perjanjian Kerjasama (PKS). Pembayaran tersebut dilakukan secara bertahap.

        “Dibayarkan secara tahap satu itu Rp62 miliar 250 juta rupiah dalam bentuk cash, transfer, dan cek ke Badan Gizi Nasional. Dari BGN baru diserahterimakan ke vendor untuk membayar pembangunan tahun 2024. Jadi sekarang vendor-vendor lain sudah tidak berteriak karena sudah dibayar semua,” urai Ahmad.

        4. Internal pejabat BGN saling lempar soal keabsahan kontrak

          Sesuai isi Perjanjian Kerja Sama (PKS), administrasi pengelolaan 97 dapur seharusnya sudah diserahkan kepada Munjayin dua minggu setelah pembayaran vendor selesai. Namun hingga kini, kejelasan nasib pengelolaan tersebut masih gelap gulita. Tragisnya, para petinggi BGN justru saling lempar tanggung jawab dan menganggap kontrak tersebut bermasalah.

          “Faktanya zonk. Faktanya para pemimpin BGN saling lempar, ada yang bilang ini bodong. Pak Dadan Hindayana bilang PKS-nya bodong. Pak Sony Sonjaya bilang ini sah, karena ditandatangani oleh Pak Waka Badan Pak Pusung. Ibu Nanik Deyang bilang, ‘Yang mana itu? Coba saya mau lihat.’ Akhirnya data kami dipakai buat laporan ke Presiden, jadi dia (Nanik) Kepala Badan,” papar Ahmad dongkol.

          5. Desak Kepala BGN bertanggung jawab dan minta ketegasan Presiden

            Melihat situasi yang tidak kondusif ini, pihak Munjayin mendesak Kepala BGN saat ini, Nanik Sudaryati Deyang, untuk segera memberikan kejelasan nasib atas dana ratusan miliar yang telah mereka gelontorkan. Pihaknya juga meminta ketegasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas polemik ini. Jika diabaikan, mereka menuntut agar Nanik dicopot dari jabatannya.

            “Kami berharap sekali Bapak Presiden jangan abai lah. Di momentum bersih-bersih hari ini, tolong diselesaikan dapur pertamanya, Bapak Presiden, supaya husnul khatimah di akhir masa jabatan dan tidak menimbulkan luka,” pungkas Ahmad.

            Sumber: IDN Times

            Tinggalkan Balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

            5 komentar

            1. wkwkwkwk…ANJING PENJILAT, Babi guRun GEROMBOLAN TerMul dan TerWo si Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gak ada berani nongol komen disini membela junjungan yg sekaligus sesembahannya. Si SUPER GUOBLOKKKK itu paham sih kalau junjungannya itu tak berkualitas.😝😂🤣🤣

            2. Isunya nama² ini yg terlibat Korupsi MBG:
              1. Nanik S Deyang
              2 Patris Rumbayan ibunya Tedy
              3 Ketua dprd jatim dan Jateng
              4 Suwardi samiran
              5 Dudung lewat kepala bgn
              6 Puti Sari Gerindra komisi 9
              7 D Mahari komisi 9
              8 Yahya zaini
              9 Wihardi banggar
              10 Cucun Ahmad
              11 ketua dan seluruh wakil banggar
              12 Bima Arya Wamendagri
              13 Wamenaker Feri
              14 Ahmad Riza patria
              15 ketua komisi 9
              16 seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles honoris dan seluruh poksi komisi 9
              17 Dek gam komisi 9
              18 Muslim Ayu komisi 3
              19 fitroh Basori wakil kpk
              20 Kajari Purwakarta Sulvia Dewi Hapsari SH, MH
              21 Kapolres bekasi Kombes Sumarni
              22 Irma Chaniago komisi 6
              23 uya kuya komisi 3
              24 Lula Kamal PIC Menko pangan
              25 2 kolonel usulan AHY
              26 gabungan asosiasi GAMBI-Kadin makan bergizi Indonesia… Dll.

              isu saja bukan tuduhan proses masih diselidiki pihak terkait
              sumber : threadsuzan18706

              https://x.com/i/status/2064219010531815689

            3. Coba itu yayasan kembali introspeksi kenapa mereka bisa masuk jebakan prank cuan se- fantastis itu, apa karena terutama ada faktor niat dan kepentinganya dulu ; bernafsu dan tamak dapat keuntungan besar dari usaha yang tidak diridhoi dan merugikan rakyat, atau sumber pendapatan dana yang mereka talangin itu dari hasil usaha yang benar² berkah.