Sampai Kapanpun MBG Akan Bermasalah

“Sampai Kapanpun MBG Akan Bermasalah”

Kata mbah Google:

Kekhawatiran Anda sangat beralasan, karena pemerintah sendiri secara terbuka mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini memang sedang menghadapi masalah tata kelola yang sangat serius.

Rentetan kasus keracunan massal yang berulang di berbagai daerah, tata kelola anggaran, hingga kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sorotan tajam publik. Kritik keras dari berbagai lembaga pengawas, seperti MBG Watch, menilai bahwa program ini terburu-buru dan salah dalam desain sejak awal.

Berikut adalah poin-poin utama kritik dari MBG Watch terhadap program MBG:

1. Masalah Sistemik

  • Tuntutan Penghentian Sementara: MBG Watch mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program MBG akibat maraknya kasus keracunan makanan yang berulang di berbagai daerah. Mereka mencatat adanya puluhan ribu siswa yang menjadi korban.
  • Kegagalan Quality Control: Kasus keracunan dinilai bukan sekadar kesalahan teknis di dapur, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola keamanan pangan dan pengawasan dari awal rantai pasok hingga penyimpanan.
  • Ketidaksesuaian Iklim: Sistem distribusi makanan dinilai tidak cocok dengan iklim Indonesia. Makanan yang dimasak pagi hari dan ditutup rapat di wadah ompreng rentan basi dalam waktu 1–2 jam sebelum dikonsumsi anak-anak.

2. Kebocoran Anggaran dan Potensi Korupsi

  • Akuntabilitas: MBG Watch mengkritik keras adanya dugaan kebocoran anggaran dan potensi inefisiensi yang sangat besar. Mereka menyebut alokasi anggaran Rp15.000 per siswa rawan tidak utuh karena adanya pemotongan untuk insentif dapur.
  • Minimnya Naskah Akademik: Program ini dianggap berjalan tanpa kajian dan naskah akademik yang kuat sejak awal, sehingga mengabaikan mitigasi risiko korupsi yang sebenarnya sudah diingatkan oleh para ahli.

3. Buruknya Tata Kelola dan Konflik Kepentingan

  • Konflik Kepentingan di SPPG: MBG Watch menyoroti pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Struktur kepemilikan dan pengelolaan operasional dapur rentan ditunggangi konflik kepentingan kelompok tertentu (politik rente) yang mengorbankan kualitas makanan.
  • Keterlibatan Aparat: Pelibatan aktif unsur TNI dan Polri dalam program publik non-pertahanan seperti ini dinilai kurang tepat dan disayangkan.

MBG Watch telah melayangkan somasi kepada Presiden RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan moratorium atau penghentian total.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. Selama ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI itu kompak terus MENJILATI Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan si Mbah GendruWO Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon junjungan sekaligus sesembahannya, ya negeri ini ttp akan menuju kehancuran‼️

  2. https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/09/10/061700578/nikmatnya-makanan-di-sekolah-rakyat-dapat-3-kali-dan-harga-rp-60-ribu-per?page=all

    artikel tsb membagikan pengalaman siswa SR menyantap makanan yg disediakan SR. menurut mereka, makanan yg disediakan SR masih hangat saat disajikan, beda dgn MBG yg bersuhu dingin, bahkan pernah ada menu lele yg masih amis. jd memang salah 1 solusinya adalah dapur sekolah, bukan melibatkan SPPG yg notabene makin memperkaya bos pemilik dapur SPPG

    1. kalau beneran niat ngasih MBG, apalagi gembar-gembornya udh studi banding ke negara lain, mestinya tiru sistem yg udah mapan, bangun dapur sekolah. libatkan sekolah, komite wali murid, dan kantin. bukan nalah ngasih insentif ke org² kaya pemilik dapur mitra, apalgi banyak dpaur bermasalah, ga punya sertifikat kelayakan, banyak jg bos dapur yg ga ada pengalaman bidang katering & ga ada pengalaman menangani penyediaan makanan porsi besar

  3. jangan dibubarkan tapi dievaluasi dan diperkuat, yg bilang hentikan total berarti mendukung analogi kalau pondok ahrus ditutup semua sebab pelecehan terus menerus

    1. senggol gereja dong tong…benci bgt lu sm ponpes..soal ini larinya ke APBN kok malah ke masalah syahwat 😂😂😂
      dungu di piara 🤣🤣🤣

    2. kasus pelecehan di pondok ada tersanhkanya, dan tersangkanya dipenjara. gmn dgn MBG, kapan ada tersangka yg dipenjara? org goblok penjilat bowo bisa jwb ga nih?

  4. iya bener banget itu uang rakyat yg dikumpulkan secara masif dari rakyat Indonesia, bkn uang pribadi presiden & pejabat nya. dan mayoritas rakyat yg sdh bayar PJK ngga ikhlas, itu sebabnya mungkin bnyk masalah dari korupsi, keracunan dll…

  5. ntar kalo embege dihentikan kadrun2 di embege wotch mau dapat duit dari mana lg dong? selama ini kan didanai Aseng. apa mau berganti baju jadi kadrun watch?