‘NAZA’: Mengungkap mesin pembunuh Israel di Gaza. Mengapa film ini penting?

NAZA adalah film dokumenter investigatif tahun 2026 yang disutradarai oleh sineas dan jurnalis asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film ini diproduksi oleh media Inggris The Guardian bersama JW Films, serta diproduseri secara eksekutif oleh sutradara pemenang Oscar, Jonathan Glazer.

Film ini diadaptasi langsung dari rangkaian investigasi jurnalistik mendalam (2023–2025) yang dilakukan oleh majalah progresif Israel +972 Magazine, situs berbahasa Ibrani Local Call, dan The Guardian.

Film ini menggemparkan dunia setelah tayang perdana di Festival Film Venesia 2026 pada 10 September 2026.

Film dokumenter berdurasi 80 menit ini ‘Mengungkap mesin pembunuh Israel di Gaza yang membantai warga sipil secara sengaja, terencana’, yang diungkap sepenuhnya dari wawancara rahasia bersama 24 mantan dan personel aktif dari perwira intelijen serta tentara Israel.

Pihak +972 Magazine menyatakan:

Kami membuat film ini karena satu alasan sederhana: Kami memahami bahwa kesaksian dari para perwira dan prajurit militer yang meluluhlantakkan Gaza—mereka yang melakukan pengawasan, yang menghitung perkiraan jumlah warga sipil tak berdosa yang akan tewas di setiap rumah, dan yang berulang kali memberikan lampu hijau untuk mengebom satu keluarga utuh—akan membuat penyangkalan terhadap kejahatan-kejahatan tersebut menjadi semakin sulit dilakukan. Padahal, penyangkalan itulah yang turut melanggengkan kejahatan-kejahatan ini hingga hari ini.

Film ini membahas tentang sebuah sistem. Fokusnya adalah pada perintah, kebijakan, dan pola operasi, bukan pada penyimpangan dari hal-hal tersebut. Kesimpulan yang kami tarik dari berbagai kesaksian itu sangat jelas: Pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza bukanlah “dampak tragis” dari perang melawan Hamas—sebagaimana yang umum digambarkan di Israel—melainkan sebuah tindakan yang direncanakan, diperhitungkan, dan disengaja. Itulah sebabnya sebuah komisi PBB, berbagai organisasi hak asasi manusia terkemuka dunia, serta para akademisi Palestina, Israel, dan internasional menyebutnya sebagai genosida.

BACA SELENGKPANYA:

https://www.972mag.com/naza-exposing-israels-killing-machine-in-gaza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar