Untuk pertama kalinya, jajak pendapat Quinnipiac University menunjukkan lebih banyak responden yang lebih memihak Palestina dibandingkan Israel

Untuk pertama kalinya, jajak pendapat Quinnipiac University AS menunjukkan lebih banyak responden yang lebih memihak Palestina dibandingkan Israel.

Jajak pendapat nasional dari Quinnipiac University telah mengonfirmasi pergeseran bersejarah dalam opini publik Amerika ini. Survei yang dirilis pada 10 September 2026 tersebut mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya sejak isu ini mulai dipantau melalui jajak pendapat pada Desember 2001, lebih banyak pemilih AS yang bersimpati kepada pihak Palestina dibandingkan pihak Israel.

Hasil Jajak Pendapat

  • Jajak Pendapat Nasional Universitas Quinnipiac (Diterbitkan: 10 September 2026): Survei tersebut menemukan bahwa 38% pemilih terdaftar lebih bersimpati kepada pihak Palestina, dibandingkan dengan 35% yang memihak Israel. Sebanyak 27% sisanya tidak menyatakan pendapat. Angka ini mencatat tingkat dukungan tertinggi bagi Palestina dan tingkat terendah bagi Israel sepanjang sejarah jajak pendapat Quinnipiac; sebuah kontras yang tajam dibandingkan selisih dukungan pro-Israel sebesar 61% berbanding 12% yang tercatat tepat setelah peristiwa 7 Oktober 2023. Untuk membaca rincian data selengkapnya, silakan lihat Rilis Resmi Quinnipiac University Poll Official Release
  • Jajak Pendapat Gallup tentang Urusan Dunia (Diterbitkan: 27 Februari 2026): Sejalan dengan tren Quinnipiac, Gallup melaporkan pada awal tahun bahwa 41% warga Amerika lebih bersimpati kepada pihak Palestina, sementara 36% lebih memihak pihak Israel. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah pemantauan Gallup selama 24 tahun di mana tingkat simpati terhadap Palestina melampaui simpati terhadap Israel. Rincian mengenai tren historis dapat ditemukan secara langsung dalam Laporan Gallup tentang Simpati terkait Timur Tengah.

Pergeseran Partisan dan Demografis yang Terus Berkembang

Perubahan angka ini menyoroti semakin dalamnya jurang pemisah partisan serta perubahan signifikan dalam blok-blok pemilih tradisional:

  • Pergeseran di Kubu Republik: Meskipun sebagian besar pendukung Partai Republik tetap berpihak pada Israel—dengan jajak pendapat Quinnipiac mencatat 64% mendukung pihak Israel dibandingkan 14% yang mendukung pihak Palestina—dukungan keseluruhan dari kubu Republik telah turun sebesar 10 poin (angka penurunan rekor) sejak tahun 2024, mencapai titik terendah dalam dua dekade terakhir. Para analis menunjukkan bahwa eskalasi konflik regional, khususnya yang melibatkan Iran, telah memicu tumbuhnya sentimen anti-intervensi dan anti-Israel di kalangan segmen basis pendukung sayap kanan Donald Trump yang beraliran MAGA.
  • Demokrat dan Independen: Kecenderungan memihak Palestina sangat didorong oleh kalangan Demokrat, yang mendukung pihak Palestina dengan perbandingan 62% berbanding 13%. Kelompok independen juga telah beralih mendukung pihak Palestina dibandingkan pihak Israel, dengan selisih 40% berbanding 29%.
  • Pandangan terhadap Kebijakan AS: Jajak pendapat Quinnipiac juga menyoroti bahwa 48% dari seluruh pemilih AS kini beranggapan Amerika Serikat “terlalu mendukung” Israel; pandangan ini didorong oleh 67% pemilih dari Partai Demokrat dan 57% pemilih independen.

Pergeseran sentimen ini semakin memengaruhi peta politik, seiring para kandidat menghadapi pemilihan anggota Kongres mendatang dengan sikap yang jauh lebih hati-hati terkait bantuan luar negeri yang tidak terkendali dan keberpihakan militer.

*Quinnipiac University adalah universitas swasta koedukasional yang terletak di Hamden, Connecticut, Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1929, universitas ini dikenal dengan area kampusnya yang asri di dekat Sleeping Giant State Park serta reputasinya yang kuat dalam penempatan kerja lulusan. Universitas ini juga dikenal luas secara nasional melalui Quinnipiac University Poll yang sering menjadi rujukan jajak pendapat publik terkemuka di AS.

Sumber: Haaretz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar