Rakyat Yaman Merayakan Kemenangan Houthi

Alun-alun Al-Sabeen di ibu kota Yaman, Sana’a, Jumat malam 29 Rabiul Awal 1448 (11 September 2026), menjadi saksi kehadiran massa dalam jumlah besar. Pertemuan ini diadakan untuk bersyukur kepada Allah ﷻ dan merayakan kemenangan Angkatan Bersenjata Yaman (yang berafiliasi dengan gerakan Ansar Allah, atau “Houthi”) menyusul pengumuman bahwa pasukan yang berpihak pada Arab Saudi beserta bala bantuannya telah berhasil diusir dari enam distrik di wilayah Pantai Barat, Bab al-Mandab, dan Kegubernuran Taiz.

Sanaa kini melanjutkan perayaan atas kemenangan yang diraih oleh tentara Yaman dan menyatakan dukungannya terhadap tentara Yaman.

Yaman—baik pemerintah, rakyat, tentara, maupun pimpinannya—mendukung keputusan untuk membebaskan Yaman dari pendudukan Arab Saudi serta mengakhiri perwalian dan hegemoni Arab Saudi dan Amerika Serikat atas Yaman.

[VIDEO]

[Rakyat menyambut kedatangan pasukan Ansar Allah (Houthi) yang membebaskan Mokha]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Ga ada 1 orang pun tentara Amerika yg berani menginjakkan kakinya di Yaman, mereka sangat sangat takut dengan pasukan Houthi. Semoga theater perang ini segera menyebar dan meluas dari Yaman ke Suriah, menggulung Saudi Arabia dengan keluarga Yahudi Al-Saud nya. Dari Lebanon ke Iran, meratakan tirani-tirani di seluruh Teluk Arab.

  2. Alhamdulillah, long live islam, ayo pasukan perlawanan islam jangan berhenti teruskan momentum kemenangan ini dgn menjaga solidaritas persatuan, kembangkan dan produksi senjata yg canggih bila perlu minta bantuan dr iran unt teknologi rudal, drone dan perang elektronik, tumbangkan blokade zionis Asu dan anjing al saud tolol atas yaman lanjutkan terus sampe riyadh untuk menumbangkan dinasti korup saud ambila alih haramaian unt dikelola secara bersama2x oleh umat islam dunia, dan terakhir ganyang sampe habis paham sesat wahaboy tolol, gitu aza gak repot kok

  3. Yang suka komen Saudi tak pernah menyerang negara lain siapa ya? Ngilang? Malu ya, bangsa yang jadi diagung2kan ternyata banyak melakukan perbuatan tercela