✍️Chris Hedges (jurnalis AS pemenang Penghargaan Pulitzer, penulis best seller)
Donald Trump—yang perang melawan Iran-nya merupakan blunder strategis terbesar dalam sejarah Amerika Serikat—memang bukan penyebab awal kemunduran imperium Amerika, namun dialah yang bertanggung jawab atas akhir yang fatal bagi imperium tersebut.
This is the end.
Pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk Persia yang kaya minyak telah rusak atau hancur, dan menurut perkiraan saya, tidak akan dibangun kembali.
Sekutu-sekutu kita, bahkan yang berada di Eropa, mulai meninggalkan kita.
Dekadensi dan amoralitas masyarakat Amerika—yang tercermin dalam vulgaritas, kebodohan yang mencengangkan, serta kekejaman Trump—menjadi ciri khas imperium ini.
Negara-negara Global South, yang merasa ngeri melihat pengabaian terang-terangan imperium terhadap hukum humaniter internasional—termasuk perannya dalam membiarkan terjadinya genosida di Gaza—kini memandang kita sebagai musuh.
Ingatan tentang Penjara Abu Ghraib mungkin sudah memudar dari benak kita, namun bagi dunia luar, citra tentara dan kontraktor AS yang secara sadis mempermalukan serta menyiksa tahanan Irak telah menggantikan citra Amerika ala Disney yang dulu kita ekspor.
Perang melawan Iran, yang telah mengganggu pasokan minyak dunia, kini dengan cepat mendorong ekonomi global menuju jurang kehancuran.
Kita sedang menuju kehancuran. Dan kita akan menyeret banyak pihak bersamanya.
Osama bin Laden mungkin telah terkubur di dasar Laut Arab Utara. Al-Qaeda mungkin tak lagi sehebat dulu. Namun, impian terbesar bin Laden justru terwujud akibat serangkaian kesalahan perhitungan fatal imperium ini selama dua puluh lima tahun terakhir—mulai dari pemborosan triliunan dolar untuk kegagalan militer hingga naiknya sosok “Ubu Roi” (sosok yang rakus, kejam, pengecut, dan luar biasa bodoh) versi kita sendiri: Donald J. Trump.
Baca kolom lengkap saya, ‘Osama Bin Trump’, di Substack melalui tautan di bawah ini.







