Iran: Para Menlu Negara-Negara Arab akan Menandatangani Kesepakatan Baru Navigasi Selat Hormuz pada hari Senin

Para menteri luar negeri dari negara-negara Arab akan bertemu di ibu kota Oman, Muscat, pada hari Senin (14/9/2026) untuk menandatangani perjanjian pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman melalui Selat Hormuz, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

“Minggu ini, pada hari Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani perjanjian pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan perjanjian tersebut kepada Organisasi Maritim Internasional,” ujar Pezeshkian dalam wawancara dengan saluran penyiaran India, India Today, Sabtu (12/9/2026) di sela-sela KTT BRICS ke-18 di India.

“Negara-negara yang wilayahnya digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap kami juga akan menghadiri pertemuan ini,” tambahnya.

Iran: AS Telah Gagal

Menanggapi perang dengan AS dan tekanan ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran, Pezeshkian mengatakan bahwa Washington gagal mencapai tujuannya secara militer sehingga beralih menggunakan langkah-langkah ekonomi.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, namun kami tidak akan berhenti,” katanya.

Mengenai blokade angkatan laut AS terhadap Iran, presiden Iran tersebut menyatakan bahwa negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur maritim.

“Jalur maritim tentu saja bukan hal yang menentukan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan bisa mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” ujarnya.

Pezeshkian mengatakan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz ketika AS mengakhiri blokade dan serangannya.

Kesepakatan Iran-Oman

Iran dan Oman sedang memfinalisasi kesepakatan koridor pelayaran baru di Selat Hormuz tanpa melibatkan Amerika Serikat guna menetapkan jalur aman bagi kapal-kapal komersial. Pembicaraan ini dilaporkan telah memasuki tahap akhir dan direncanakan akan ditandatangani serta didaftarkan ke organisasi maritim internasional dalam waktu dekat.

Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kesepakatan tersebut:

  • Tujuan Koridor Baru: Kesepakatan ini dirancang untuk menetapkan jalur aman (koridor maritim) bagi kapal komersial di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul blokade laut dan serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun.
  • Kendali Jalur Pelayaran: Menurut Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pintu masuk dan keluar dari koridor yang diusulkan ini nantinya akan berada di bawah kendali penuh Iran.
  • Pertemuan Tingkat Menteri: Rencana kesepakatan ini juga dibawa ke pertemuan tingkat menteri regional yang diinisiasi oleh Oman. Pertemuan tersebut mengundang delapan negara yang berbatasan dengan Teluk Persia untuk membahas keamanan jalur maritim ini.
  • Tantangan Negosiasi: Meskipun Iran mengklaim negara-negara Arab siap menandatangani kesepakatan, sejumlah sumber menyebutkan masih ada detail yang harus diselesaikan. Masalah sensitif seperti usulan Iran untuk memungut biaya dari kapal yang melintas sebelumnya sempat mendapat penolakan dari pihak Oman. Di samping itu, negara tetangga seperti Bahrain telah menyatakan menolak hadir dalam pertemuan regional tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *