Siapapun yang nulis SOP nyuruh guru ngecek MBG, maka orang itu sebodoh-bodohnya orang bodoh

Saya akan tuliskan deh, biar kita sama-sama pintar. Bahwa siapapun yang nulis SOP nyuruh guru ngecek ompreng MBG, maka orang itu sebodoh-bodohnya orang bodoh.

Karena:

1. Ngecek makanan beracun atau tidak itu, TIDAK hanya lewat bau, aroma. Elu kira makanan beracun itu gara2 basi doang? Banyak bakteri berbahaya yg bisa berkembang biak di makanan tanpa mengubah aroma, rasa, maupun bentuk makanan tersebut. Belum lagi kontaminasi zat kimia, seperti residu pestisida, dkk.

2. Maka, saat guru-guru diberikan tanggung jawab ngecek, duuh, mereka itu guru, bukan ahli ngecek makanan. Mereka disuruh ngecek manual begitu saja? Hanya mengandalkan mata, hidung. Manual!! Astagfirullah.

3. Nah, saat 1-2 ompreng aman, maka tidak otomatis, 1500 lainnya aman. Lagi-lagi, itu tuh tidak semudah omongan elu, Ferguso. Nanti kalau guru cuma cek 1-2, kemudian tetap terjadi keracunan, pasti elu nyinyirin lagi itu gurunya.

4. Terakhir, dan yang sangat penting: memeriksa ompreng MBG itu bukan kewajiban guru. Karena tugas guru adalah mengajar.

Pada akhirnya, kalian simpel hanya ingin mencari kambing hitam saja. Jika ada yg keracunan, maka “Salah gurunya!”

Padahal, MBG ini jelas-jelas salah sistem, salah desain. MBG ini sejak awal didesain sebagai proyek. Bancakan duit. Mengocor deras anggaran 200 triliun lebih.

Elu kira dapur-dapur itu benar-benar peduli dengan gizi dan anak-anak kita? Duuh, kamu naif sekali.

Jika mereka benar-benar peduli, sejak 10 tahun lalu mereka sudah bagi-bagi makanan bergizi ke anak-anak sekitar tanpa harus nunggu anggaran. Pakai duit sendiri saja.

Saya menolak penuh SOP yang nyuruh guru ngecek ompreng MBG.

Jika kebakaran hutan saja kalian tidak terima Prabowo disalahkan, maka lebih tidak masuk akal lagi murid keracunan MBG, yang disalahkan gurunya. Kecuali menurut Profesor-Profesor IPB, dungu sih mereka setiap bahas MBG. Entah apa sebabnya.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ya tak salah aku memberikan sebutan pada gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI beserta semua junjungannya itu dengan sebutan SUPER DUPER GUOBLOKKKK‼️
    Terbukti kan….⁉️

  2. setiap perusahaan termasuk sppg sebaiknya atau seharusnya punya quality control untuk memastikan dan menjaga kualitas produksi. bukan konsumen termasuk guru untuk mencicipi. kalau guru disuruh mencicipi dulu sudah bisa dipastikan tidak ada dalam sop bgn.