Bos ini ANAK MANUSIA bukan Property, TEGA BANGET !!!

Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, kembali terjadi dan mencatat lonjakan korban baru. Kejadian terbaru dilaporkan pada Jumat, 11 September 2026, di mana puluhan siswa di wilayah Salakan dan sekitarnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi menu MBG.

[VIDEO]

Berdasarkan catatan media lokal, ini merupakan insiden keracunan terkait program MBG yang keempat kalinya terjadi di wilayah Banggai Kepulauan.

Berikut rincian mengenai dua insiden besar yang terjadi baru-baru ini:

1. Insiden Terbaru (Jumat, 11 September 2026)

  • Jumlah Korban: Sebanyak 38 orang dirujuk dan mendapatkan perawatan darurat di RSUD Trikora Salakan hingga Jumat siang.
  • Sebaran Korban: Korban terdiri dari siswa dan guru dari berbagai tingkatan sekolah di Kecamatan Tinangkung dan wilayah Salakan, meliputi:
    • 20 siswa SD Inpres Tompudau
    • 2 guru SD Inpres Tompudau
    • 1 siswa SDN 1 Salakan
    • 1 siswa SDN Bonganan
    • 8 siswa SMK Tinangkung
    • 1 guru SMK Tinangkung [1, 2]
  • Gejala: Sejak pagi hari pukul 09.30 WITA, para korban berdatangan ke fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, muntah-muntah, dan pusing.

2. Insiden Sebelumnya (Kamis, 20 Agustus 2026)

Tiga minggu sebelum kejadian di Salakan, kasus serupa melanda Kecamatan Totikum Selatan.

  • Jumlah Korban: Tercatat sedikitnya 51 orang mengalami gangguan kesehatan.
  • Sebaran Korban: Mayoritas merupakan siswa sekolah dasar, dengan rincian 47 siswa SDN Mata, 1 siswa SDN Kanali, dan 1 siswa SD Muhammadiyah Peling. Selain siswa, seorang ibu menyusui dan satu balita juga ikut menjadi korban.
  • Penanganan: Para korban sempat dirawat di Puskesmas Totikum Selatan dan sebagian dirujuk ke RSUD Trikora Salakan.

Setelah Dadan yang dosen serangga itu diganti dipikir menu MBG akan membaik? gak juga. Karena MBG masalahnya sistemik dan desain yang keliru. Skala besar dan terpusat, tapi kontrol dan sumber daya minim. Dah gitu tuntutan untung dari pemodal, membuat mereka abaikan soal kualitas dan keamanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. innalillaahh…
    si wowo budeg apa ya!?
    desain infra dan konsep pengadaannya ya salah!
    serahkan ke kantin sekolah… beresss! semudah itu woo!

    diinggris setelah 25 tahun berjalan baru melibatkan swasta!

    maunya kolosal cepet !! dan dapat pujian!!

  2. maaf, emang budeglah dia, karena merencanakan Indonesia gelap atau suram di tahun 2045 dengan cara meracuni generasi muda Indonesia.
    Baru pertama kali dalam sejarah Indonesia negara meracuni generasi penerus bangsa Indonesia ini.

  3. Bhuahahahaha…huahahahaha…ngoahahaha…Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI KAFIR gak ada yg berani komen atas fakta ini‼️
    Memang mereka itu makhluk yang sudah selalu hidup dalam KEHARAMAN makanya mereka juga berpikir, berbuat, menikmati, bergaul, membela semua hal yg HARAM walau NURANI mereka membenarkan bahwa junjungan sekaligus sesembahan mereka itu SALAH‼️

  4. bowo kemplo. sejak awal kasus keracunan sampai skrg ga ada saya dengar blio minta maaf, justru barusan ini malah si wakil yg minta maaf. wo bowo, niat jd presiden apa ngga kau ini? sudah rela disalip sama wakilmu yg plenger itu?