Dari awal Januari 2024, mengikuti pertemuan-pertemuan awal MBG ini memang saya perhatikan program ini penuh siasat.
Diantaranya harus dibawah yayasan, bukan PT, CV apalagi perorangan. Ketika saya tanya supaya tidak terkena pajak.
Kedua, karyawan disebut relawan. Padahal anggaran gajinya yang diambil dari tiap ompreng jelas ada jatahnya, dan sebagian gajinya lebih besar dari UMK bahkan beberapa ada tunjangan-tunjangan seperti SPPI.
Ketiga, di semua negara maju pelaksana program seperti ini adalah negara, di Indonesia pelaksananya pihak ke 3. Swasta.
Alasannya supaya bisa berjalan cepat. Menurut saya ini aneh. Swasta tapi karyawannya dibayari negara. Swasta tapi keuntungan kotor sudah di split 35% (@15.000 = Rp10.000 menu, Rp5.000 biaya operasional+intensif)
Pola dapur dikaryakan ke swasta pertama arahnya untuk menutupi kooptasi sebagian besar dapur yang dimiliki elit penguasa, Prabowo dan Hasyim. Seakan-akan egaliter siapa saja bisa punya, padahal milik non penguasa hanya untuk kamuflase.
Kedua, swasta yang menjadi pra pemilik dapur ini untuk menjaga kekuasaan. Sebab kalau Prabowo lengser cepat atau 2029 tidak terpilih lagi yang rugi adalah para pemilik dapur ini. Mereka secara sporadis akan menjadi pendukung militan Prabowo, yang dibekali duit besar dari keuntungan jumbo MBG.
Makanya 1 Oktober pemerintah mendesain demo agar DPR segera mengesahkan UU MBG.
Tapi dari swastanisasi MBG ini selain anggaran lebih boros 40% tiap tahun, kualitas menu yang buruk karena setelah jatah 5000 untuk pemilik dapur mereka masih mengambil dari jatah anak, pemilik dapur tidak rugi, tidak terdampak saat sekolah menolak ribuan ompreng.
Jika sekolah menolak pun dapur tidak peduli dan tetap memproduksi dan uangnya tetap diklaim dan mereka juga tidak rugi karena 100% biaya di cover negara.
Satu-satunya program setan dan sinting di dunia bahkan satu-satunya program aneh yang beranggaran ratusan triliun ya MBG ini.
Pemerintah s*nt*ng, DPRnya edan, agamawan dan budayawannya gak bermoral, rakyatnya penakut karena pemerintah represif. 3 tahun 500 triliun lebih hanya jadi sampah dan t*i.
–FB–








ada banyak prestasi pemerintah gaada satupun yg masuk sini yg ada cuma embege ijazah embege ijazah embege ijazah apa spt itu ibadah kalian tiap hari diulang2 memframing jahat
toxic bgt portal islam menyuarakan ketoxican
besok ikutan demo ga lu? ikut dong pasti 🤣😂🤣😂🤣😂
o iya prestasi banget. sejak bowo dilantik nilai tukar rupiah makin anjlok, turunnya sampai 2000an lebih. dan itu terasa sekali buat masyarakat
buzzer pusat kepanasan! 🤣
melanggar HAM itu salah satu prestasinya
Coba sebutkan program yg berprestasinya apa saja bliss?
coba sebutkan…? jangan cuman bacot doang congor loe…
ini asli pemahaman SALAFI…mau salah mau bener POKOKnya DUKUNG PEMERINTAH, kan guoblok….sudah Alloh tunjukan dua jalan ( kebaikan dan keburukan) ada haditsnya… terkait keutamaan menasehati penguasa yang zalim…tapi ya karna ikt sekte salahpi ya gini ini…o o n
Jahat, tak beradab & berperikemanusiaan sekali buat opini penyeimbang sesat prestasi semu versi karangan sendiri untuk mengabaikan & menutup kebobrokan fatal yang mengganggu & merusak hajat hidup rakyat tanpa sebut rincian prestasi besar apa yang bermanfaat secara signifikan.
lho…… bukannya sudah pernah tayang keberhasilan wowo di mari, klo dah begini sapa yg sebenarnya gak pernah bersyukur. terwo emang ga suka data dan fakta, pengen nya cuma dijilat, amit-amit dah…. inyong ora sudi 🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️💃💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
rakyat penakut??
YESS!! THAT’S RIGHT, TOTALLY RIGHT!!!
Seandainya berani, lu lu pada bisa menyelamatkan anggaran ratusan T lalu dialihkan untuk kebutuhan lain.
sayang, lu PENAKUT, bisanya ngedumel aja disosmed
Lo ga cebokin yg di yutub tong 😂😂
byk video idola lu dirujak
jadi bukan disini doang 😂😂
Saidiman Ahmad Soroti Viralnya Pernyataan Wapres kepada Korban MBG: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
https://fajar.co.id/2026/09/30/saidiman-ahmad-soroti-viralnya-pernyataan-wapres-kepada-korban-mbg-bawa-bekal-dari-rumah-mbg-jangan-dimakan/
pecah kongsi…… pertarungan dalam Koalisi yang disalahin cebokin adalah kadrun, ngoahahahaha ngoah ngoah