Kalau sering nonton video penyiapan makan siang untuk para siswa di Jepang dan Korea, pasti tahu alasan kenapa MBG di Indonesia itu rawan keracunan

✍️Al Fatin

Kalau sering nonton video penyiapan makan siang untuk para siswa di Jepang dan Korea, pasti tahu alasan kenapa MBG di Indonesia itu rawan keracunan.

SOP Dapur Besar (kapasitas 3.000 porsi) dan Dapur Kecil (50 -300 porsi), SANGAT BERBEDA.

Semakin banyak bahan yang dimasak, semakin tinggi kemungkinan keracunannya. Makanya dapur besar itu harus dikelola dengan SOP ketat.

Handling bahannya harus sangat hati-hati
Tidak boleh ditaruh di lantai
Tidak boleh dekat dengan toilet
Tidak boleh berjam-jam di udara terbuka
Tidak boleh ada genangan air

Peralatan masak sampai ke meja potong sayur, semuanya harus berbahan stainless untuk meminimalisir kemungkinan kontaminasi silang.

Tempat cuci piring terpisah jauh dari bahan-bahan yang siap masak, karena cipratan sabun dan residu bekas makanan bisa mencemari bahan masakan.

Tukang masaknya pake baju khusus, tutup kepala dan masker.

Ompreng nya ini juga masalah besar, sebenarnya.

Makanan yang dikemas dan ditutup dalam ompreng, dan diantar pake mobil box yang panas, itu memicu reaksi kimia. Makanan gampang berbau.

Belum lagi ditambah dengan jarak makanan matang dan diantar ke siswa, dan kapan dimakan, itu jauh banget jaraknya.

Kalau di Jepang dan Korea, makanan dikirim ke sekolah dalam container stainless stell, dan disajikan dengan sistem prasmanan.

Harusnya MBG ini dibuat pilot projectnya dulu secara terbatas dengan durasi 1-2 tahun.

Dievaluasi, dan diperbaiki.

Barulah dijadikan program nasional.

Tapi ini program belum matang, langsung digas untuk puluhan juta anak sekaligus.

Ya pasti banyak keracunan…

Ibarat supir baru dapat SIM kemarin, langsung disuruh mengemudikan truk trailer, ya oleng sana sini lah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI PENGHOBI DOSA DAN KEMAKSIATAN komen: “sabar kenapa sih drun…pengelolaan MBG junjungan sekaligus BERHALA SESEMBAHAN kami juga akan seperti itu nantinya.
    Cuma saat ini biarkan aja dulu anak² itu keracunan. Karena kalau gak ada yg keracunan, junjungan sekaligus BERHALA SESEMBAHAN kami tak tahu yg mana yg harus diperbaiki.l dari program ini.

    Netizen cerdas: Semoga anak mu yg keracunan woiii BabRun‼️

    Ngoahahaha. ..😝🤣😜😂