Dokumen-dokumen rahasia Kantor Luar Negeri Inggris (Foreign Office) yang telah dideklasifikasi membuktikan bahwa pemerintah Inggris telah mengetahui pola pelanggaran HAM dan dugaan kejahatan perang oleh Israel sejak tahun 2002.
Berdasarkan laporan investigasi dari Declassified UK, dokumen-dokumen yang mulai dibuka untuk umum mencatat berbagai laporan kritis dari para diplomat Inggris pada masa pemerintahan Perdana Menteri Tony Blair. Saat itu, Israel tengah melancarkan operasi militer besar-besaran di Tepi Barat yang diduduki.
Berikut adalah beberapa poin penting yang tercatat dalam dokumen tersebut:
- Penggunaan Kekuatan Berlebihan: Diplomat Inggris melaporkan bahwa militer Israel secara rutin menembaki warga sipil, termasuk pemuda pelempar batu, yang menyebabkan luka tembak fatal di kepala dan tubuh.
- Penghalangan Bantuan Medis: Dokumen mencatat staf Palang Merah (ICRC) yang diancam dengan senjata oleh militer Israel, serta ambulans yang dilarang menjangkau warga yang terluka.
- Penjarahan dan Vandalisme: Laporan internal tersebut mengungkap adanya aksi pencurian, penjarahan, serta perusakan rumah dan toko milik warga Palestina oleh tentara Israel.
Meskipun laporan-laporan internal ini mengutuk tindakan tersebut sebagai “pola pelanggaran hak asasi manusia”, pemerintah Inggris selama dua dekade berikutnya tetap melanjutkan hubungan diplomatik, perdagangan, dan bahkan pasokan persenjataan ke Israel.








united kingdom sdh berpuluh² tahun adalah sobat karib ZIONIST, sejak awal malah