Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu (9/9/2026) mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan pengacaranya untuk mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Haaretz dan jurnalis Shlomi Eldar, seraya membantah laporan Haaretz yang menyebutkan bahwa presiden UEA telah memperingatkannya mengenai operasi besar Hamas menjelang serangan 7 Oktober.
Menanggapi hal itu, Haaretz menyatakan tetap berpegang pada laporannya.

Berikut adalah rincian fakta terbaru mengenai perselisihan hukum ini:
📄 Isi Gugatan dan Tuntutan Netanyahu
- Tuntutan Hukum: Melalui rilis resmi dari Kantor Perdana Menteri (PMO), Netanyahu telah menginstruksikan pengacaranya untuk melayangkan surat peringatan hukum yang menargetkan harian Haaretz, jurnalis Shlomi Eldar, dan pihak-pihak terkait lainnya.
- Klaim Kerugian: Netanyahu menuntut penghapusan artikel tersebut, permintaan maaf publik, serta ganti rugi penyelesaian sebesar 1 juta shekel (sekitar Rp 5,7 M). Jika Haaretz menolak, ia mengancam akan mengajukan gugatan fitnah/pencemaran nama baik secara penuh di pengadilan dengan nilai tuntutan melebihi 2.5 juta shekel (sekitar Rp 14,4 M).
🔍 Bantahan dari Pihak Perdana Menteri
Netanyahu menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan kebohongan mutlak dan “fitnah jahat yang dirancang dengan momentum politik” menjelang pemilu Israel. Argumen pembelaan yang diajukan oleh kantornya meliputi:
- Log Panggilan Bersih: PMO menyatakan telah memeriksa catatan telepon resmi, Dewan Keamanan Nasional, dan sekretaris militer, serta tidak menemukan rekam jejak komunikasi apa pun antara Netanyahu dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed (MBZ), dari awal September hingga 7 Oktober 2023.
- Catatan Akses Keamanan: Netanyahu juga berargumen bahwa pemeriksaan terhadap log masuk ke kantor perdana menteri menunjukkan tidak ada perwakilan resmi UEA yang datang membawa perangkat komunikasi enkripsi khusus pada periode tersebut.
- Pengalihan Tuduhan: Netanyahu justru melemparkan balik tanggung jawab kepada mantan Kepala Shin Bet Ronen Bar dan mantan Kepala Staf IDF Herzi Halevi, dengan mengklaim bahwa merekalah yang mendeteksi indikasi serangan beberapa jam sebelumnya tetapi terlambat mengabari dirinya.
📰 Sikap Haaretz dan Detail Investigasi
Meskipun diancam dengan jalur hukum, redaksi Haaretz secara tegas menyatakan tetap mempertahankan keabsahan laporan mereka.
- Sumber Laporan: Investigasi tersebut diadaptasi dari buku investigasi terbaru bertajuk “Hostages: 843 Days of Abandonment” karya Shlomi Eldar dan Ruth Yuval. Laporan tersebut didasarkan pada konfirmasi dari tiga sumber luar negeri senior dan rekaman dokumen internal.
- Modus Komunikasi Rahasia: Menanggapi pembelaan log panggilan Netanyahu, laporan jurnalisme investigasi (termasuk analis dari Ynet) menjelaskan bahwa jalur komunikasi antara MBZ dan Netanyahu dilakukan dengan tingkat kerahasiaan tertinggi. Perwakilan UEA biasanya membawa smartphone khusus dengan aplikasi terenkripsi langsung ke ruangan Netanyahu, dan perangkat tersebut segera dihancurkan setelah telepon selesai sehingga dipastikan tidak akan meninggalkan jejak di sistem komunikasi standar Israel.
🌐 Respons Internasional (UEA)
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab memilih mengambil posisi netral dengan menolak memverifikasi maupun membantah secara langsung isi percakapan telepon antar-pemimpin tersebut. Dalam pernyataan resminya, pihak UEA hanya menegaskan bahwa “jika diperlukan, semua informasi intelijen yang relevan telah dan akan terus dikomunikasikan di antara lembaga-lembaga yang berwenang dari kedua negara”.








orang urus negri iblissss
bagusnya sih ga cuma saling bantah.. klo bisa saling tempur antar sesama zionis isn’t real & zionis arab..
🤣🤣🤣