Konflik Yaman-Houthi, Kapan Umat Bersatu Memerangi Musuh Mereka Israel?

Dr. Mohammed Tahir (@nerve_surgeon) adalah seorang ahli bedah ortopedi dan saraf perifer (neurosurgeon) keturunan Irak-Inggris yang berbasis di London. Ia dikenal secara internasional atas aksi kemanusiaannya yang luar biasa sebagai relawan medis di zona konflik, khususnya di Jalur Gaza.

Beliau menulis di X terkait konflik Yaman (Sunni) vs Houthi (Syiah):

Maafkan saya atas apa yang hendak saya sampaikan kepada saudara-saudara sesama Sunni. Demi Allah, saya mencintai kalian, dan saya siap mati demi membela kalian…

Namun, ada satu kenyataan yang tak terbantahkan:

Dalam persoalan Palestina, banyak dari kalian yang masih belum tahu bagaimana menghadapi Zionisme, padahal semangat dan kesiapan justru muncul dengan cepat ketika harus memerangi saudara-saudara kalian sendiri dari kalangan Syiah.

Saat Israel membombardir kalian dan membunuh anak-anak kalian, yang terdengar hanyalah: “Kita lemah; tak ada yang bisa kita lakukan.” Namun, ketika lawannya adalah sesama Muslim, suara-suara penuh semangat pun membahana, panji-panji dikibarkan, dan lagu-lagu kepahlawanan dikumandangkan.

Kapankah kaum Sunni akan kembali memiliki kekuatan dan keteguhan hati seperti dahulu kala? Kaum Sunni yang pernah menaklukkan Konstantinopel, mencapai Persia, dan menorehkan lembaran-lembaran gemilang dalam sejarah umat ini.

Inilah yang saya—saudara seiman kalian—harapkan dapat kita saksikan kembali.

Demi Allah, jika kalian bangkit melawan Zionisme demi membela umat dan tempat-tempat suci kita, kami akan berdiri bersama kalian hingga titik darah penghabisan. Majulah, dan kalian akan mendapati kami berada di sisi kalian.

Sudah cukup pertikaian di antara sesama Muslim. Kita semua harus bersatu untuk menghadapi kanker zaman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

    1. woi anonim goblog, kalo memang benar kau anti israhell seharusnya otomatis juga mendukung houthi yg jelas2x memerangi israhell biar dua2xnya hancur, inikan enggak, orang kau memang penjilat pantat zionis

  1. Syiah bukan Islam. Bahkan syi’ah musuh Islam.
    Rukun Islam & Iman beda.
    Qur’annya beda
    Abu Bakar, Umar, Aisyah dan mayoritas Shahabat di neraka kata Syiah.

    Ya, Zionist musuh Islam, tapi Syiah musuh Islam no. 1

  2. Konflik terbaru ini akibat Houthi yg terlrbih dulu menyerang (3 September) wilayah barat Yaman dengan target memutus akses ke Mokha dan jalur strategis Taiz–Mokha. Tujuannya untuk memperkuat penguasaan mereka pd selat Bab el Mandeb. Tapi pasukan pemerintah Yaman kemudian menggagalkan serangan itu dan membalas dengan serangan ke posisi Houthi di beberapa titik.
    Jadi, seperti awal perang ini terjadi, Houthi duluan yg melakukan serangan.

    1. Bukannya waktu itu arab saudi membom bandara yang sedianya digunakan untuk mendarat pendukung houthi yang pulang melayat Khamenei? Dan pesawat harus mendarat di bandara lain.