Houthi Yaman hanya menguasai 15% wilayah, namun wilayah seluas 15% ini adalah yang paling vital karena mencakup ibu kota Sana’a

Pasukan perlawanan Houthi Yaman hanya menguasai 15% wilayah daratan, namun wilayah seluas 15% ini adalah yang paling vital karena mencakup ibu kota Sana’a, kota-kota besar, kawasan padat penduduk, serta pelabuhan dan posisi angkatan laut yang strategis; dengan demikian, mereka mendominasi aspek ekonomi, baik dari segi sumber daya manusia maupun infrastruktur negara.

Kelompok Houthi (Ansar Allah) menguasai wilayah yang dihuni oleh sekitar 70 hingga 80 persen dari total populasi Yaman. Wilayah ini mencakup ibu kota Sana’a, provinsi-provinsi di wilayah utara dan barat laut seperti Ibb dan Dhamar, serta kawasan padat penduduk di Taiz 🇾🇪

Sektor Perbankan & Korporasi: Sana’a tetap menjadi pusat utama bagi sektor perbankan swasta, perusahaan komersial, dan telekomunikasi negara. Sebagian besar pendaftaran bisnis komersial baru terkonsentrasi di wilayah yang dikuasai Houthi.

Industri & Pelabuhan Perdagangan: Kelompok perlawanan ini menguasai pelabuhan Hodeidah, pintu masuk utama Yaman untuk pasokan pangan dan bantuan kemanusiaan di Laut Merah. ‘Ansar Allah’ juga menguasai kawasan industri utama, seperti area Al-Hawban di Taiz, yang menjadi lokasi bagi pabrik manufaktur dan perusahaan perdagangan terbesar di Yaman 🚩🇾🇪

Houthi (Ansar Allah) mendominasi sektor komersial, populasi, dan administrasi!🔺

Ditinjau dari segi ekonomi konsumen yang aktif, manufaktur industri berskala besar, aktivitas perbankan, dan penguasaan atas populasi perkotaan utama, Houthi secara efektif menguasai inti wilayah Yaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. bertanggungjawab atas tewasnya abk wni lagi pakai kapal dagang lewat lautan damai bukan zona perang bukan di hormuz apa buta itu preman syiah itu gabisa bedain kapal perang atau sengaja ingin nyerang sipil percis kelakuan zionis? sebentar lg bakal diserbu sm yaman yg sah dan saudi, mungkin turki dan pakistan bakal bantu setelah pakta mekkah

  2. Houthi menguasai Sanaa pd September 2014 setelah dapat dukungan mantan presiden Ali Abdullah Saleh.
    Houthi jg menyerang suku Al-Ahmar, pendukung partai Al-Islah (Ikhwanul Muslimin Yaman).
    Setelah mengalahkan milisi Al-Islah, Houthi lalu merebut gedung pemerintahan, markas militer, stasiun TV, dan bandara.
    Sebagian satuan militer resmi Yaman tidak melawan karena patuh pada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, sehingga Houthi dapat menguasai fasilitas strategis dalam hitungan hari.
    Setelah Houthi menguasai Sanaa, banyak tokoh dan kader Islah menjadi target penangkapan dan pembunuhan.
    Jadi, Houthi ini musuhnya Ikhwanul Muslimin (IM) Yaman. Sayangnya, banyak pendukung IM Indonesia gak ngerti politik internasional.

    1. suku Al Ahmar justru suku yang mendirikan partai Al Islah dan kemudian partai ini diasosiasikan kepada IM, padahal ga sesederhana itu.

      apalagi Al Ahmar bersekutu dengan koalisi Saudi yang jelas-jelas menganggap IM sebagai organisasi teroris terlarang!

      1. Al Islah & IM itu serupa dgn PKS & IM, tidak ada hubungan struktural, melainkan jalinan ideologis. Al-Islah mengumumkan kerja sama dgn koalisi yang dipimpin Arab Saudi setelah Houthi menyerang dan mengambil alih Sanaa. Jadi, Houthi ini seperti PKI yg berhasil membuat kelompok lintas fikroh untuk bersatu melawan mereka.

        1. ga paham kenapa Ansharullah disamakan dengan komunis? yang jelas Ansharullah dan Al Islah memang sedari awal beda pandangan politik. yang satu bersekutu dengan Saudi yang satu lagi ga suka intervensi asing (Saudi) di Yaman.

          begitu juga dengan alm. Ali Abdullah Saleh yang awalnya bersekutu dengan Ansharullah berdasarkan informasi yang didapat, belakangan mencoba bernegosiasi dengan Saudi. yah kurang lebih seperti itulah!

          siapa dukung siapa, itulah politik! siapa benar siapa salah, silahkan menilai masing-masing!