🔴Film dokumenter ‘NAZA’ mengungkap mesin pembunuh berbasis AI milik Israel di Gaza. Dalam satu serangan ini mereka bisa membunuh 100, 200, hingga 500 orang sekaligus.
Film dokumenter berjudul NAZA karya sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, mencetak rekor baru dengan menerima standing ovation selama 25 menit dalam pemutaran perdana dunia (world premiere) di Venice Film Festival ke-83, Kamis 10 September 2026.
Apresiasi luar biasa ini menjadikannya salah satu durasi tepuk tangan terpanjang dalam sejarah festival film papan atas. Catatan ini melampaui rekor festival sebelumnya, termasuk ovasi 23 menit untuk film The Voice of Hind Rajab pada tahun lalu.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai film dokumenter NAZA:
- Fokus Utama: Film berdurasi 80 menit ini mengekspos penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel untuk penargetan otomatis dan pengawasan massal yang berujung pada pembunuhan warga sipil di Gaza.
- Kesaksian Whistleblower: Investigasi yang berjalan hampir tiga tahun ini merangkum wawancara mendalam dengan 24 perwira intelijen dan tentara militer Israel yang berbicara dalam kondisi identitas tersembunyi. Para pelaku menggambarkan sistem kerja penargetan tersebut terasa seperti bekerja di sebuah “pabrik pembunuhan” atau video game yang mematikan. Dalam satu serangan ini mereka bisa membunuh 100, 200, hingga 500 orang sekaligus.
- Tujuan Sutradara: Melalui tulisan bersama di +972 Magazine, Abraham dan Szor menegaskan bahwa kematian warga sipil Palestina bukanlah produk sampingan yang tidak disengaja dari perang, melainkan tindakan yang diperhitungkan dan disengaja. Mereka berharap film ini mendorong negara-negara Barat menghentikan dukungan terhadap Israel dan menerapkan sanksi.
- Tim Produksi Berkelas: NAZA diproduksi oleh Jim Wilson bersama The Guardian, dengan Jonathan Glazer bertindak sebagai produser eksekutif. Mereka merupakan tim di balik kesuksesan film peraih Oscar 2024, The Zone of Interest. Sutradaranya sendiri, Yuval Abraham dan Rachel Szor, sebelumnya telah memenangkan Piala Oscar pada tahun 2025 lewat dokumenter Tepi Barat berjudul No Other Land.
- Arti Nama: Judul “NAZA” diambil dari akronim militer rahasia Israel yang digunakan secara terselubung untuk merujuk pada jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan udara di Gaza.
Pemutaran film ini di Venice Film Festival juga diwarnai aksi solidaritas penonton yang membentangkan bendera Palestina di tengah riuh tepuk tangan.
Venice Film Festival merupakan festival film tertua di dunia yang diselenggarakan setiap tahun secara spesifik di Pulau Lido, yang berada di kawasan Venesia, Italia.
[Cuplikan film] https://www.youtube.com/watch?v=iQtr6mmmmJk








itulah horang gila
itu iblis penjajah yang haus darah dan tanah dan masih perlu dihabisi dari muka bumi yang harusnya damai dan hidup berdampingan
oten indonesia gembira karena AI bisa membantu genosida lebih cepat dan lebih masif. muslim, berhati²