Tahukah Anda? Menteri Pertahanan Houthi adalah seorang Sunni

Mayor Jenderal Mohammed Nasser al-Atifi adalah perwira militer Yaman yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan pemerintahan pimpinan gerakan Houthi (Ansar Allah) sejak 28 November 2016.

Meskipun ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan yang dipimpin oleh kelompok Houthi di Yaman (kelompok yang bermayoritas Syiah Zaidiyah), al-Atifi sendiri merupakan seorang sunni dan bukan anggota inti dari gerakan Ansar Allah (Houthi).

Sebelum bergabung dengan pemerintahan Houthi, ia merupakan perwira militer profesional dan komandan terpercaya di era mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Profil Singkat

  • Lahir: Tahun 1969 di Al-Ahnum / Desa Bani Atef, Kegubernuran Sanaa, Yaman Utara.
  • Pendidikan Militer: Masuk Akademi Militer di Aden pada tahun 1986 dan lulus sebagai letnan pada tahun 1988 di Angkatan Darat Yaman Selatan.
  • Peran: Menjadi tokoh penting militer Houthi yang kerap mengeluarkan pernyataan ancaman terhadap operasi maritim dan Israel di tengah konflik Laut Merah. Ia juga masuk dalam daftar sanksi OFAC Specially Designated Nationals List.

Akun Yaman @Almutawakkil560 di X membagikan foto di atas dan mengatakan:

“Menteri Pertahanan Yaman adalah Sunni. Banyak dari pejuang di sekitarnya adalah Syiah.

Sebuah pengingat bahwa Yaman tidak dapat dipahami sepenuhnya melalui lensa Sunni–Syiah.

Bagi banyak orang Yaman, kedaulatan, martabat, dan Palestina telah terbukti lebih menyatukan daripada label sektarian (Sunni-Syiah).”

Menjadi Target Serangan Israel

Menteri Pertahanan kelompok Houthi, Mohammed Nasser al-Atifi, telah menjadi target serangan udara militer Israel.

Berdasarkan laporan intelijen dan konfirmasi militer, berikut adalah riwayat penargetan terhadap dirinya:

  • Agustus 2025: Israel meluncurkan serangan udara presisi yang menargetkan pertemuan pejabat tinggi pemerintah Houthi di Sana’a. Serangan tersebut menewaskan perdana menteri Houthi dan beberapa menteri lainnya. Al-Atifi dilaporkan terluka parah dalam serangan ini hingga kondisinya sempat memburuk, namun media Houthi kemudian menampilkan dirinya kembali dalam rapat kabinet pada Januari 2026 setelah dinyatakan pulih.
  • September 2026 (Terbaru): Kabar terbaru menunjukkan al-Atifi kembali menjadi target serangan udara. Sebuah serangan menghantam pertemuan komandan senior Houthi di Al-Barh, sebelah barat Taiz. Beberapa laporan mengeklaim ia tewas dalam operasi tersebut, namun status pastinya masih simpang siur dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Houthi.

Penargetan terhadap al-Atifi dilakukan karena perannya yang sangat krusial dalam memimpin armada militer Houthi untuk meluncurkan rudal dan blokade maritim di Laut Merah yang menyasar wilayah serta kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar