Survei menunjukkan partai Likud pimpinan Netanyahu mengalami ‘keruntuhan bersejarah’ menjelang pemilu Israel

Sebuah survei terbaru menunjukkan adanya pergeseran peta politik menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Partai Likud yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengalami penurunan dukungan yang signifikan.

Survei Surat Kabar Maariv / Lazar Research yang dipublikasikan pada Jumat, 11 September 2026, menunjukkan hasil Partai Likud hanya meraih 19 kursi, kalah dari Partai Yashar yang dipimpin mantan kepala militer Gadi Eisenkot memimpin dengan 25 kursi.

Media Maariv menyebut penurunan Partai Likud ini sebagai “historic collapse” (keruntuhan bersejarah) karena merupakan perolehan terendah partai tersebut. Sebelumnya pada pemilu 2022 Partai Likud meraih 32 kursi.

Perolehan partai lain: B’yachad (14 kursi), The Democrats (10 kursi), Yisrael Beytenu (9 kursi), Otzma Yehudit (8 kursi), United Torah Judaism (7 kursi), Shas (7 kursi), Joint Arab List (7 kursi), Ra’am (5 kursi), Religious Zionism-Zehut (5 kursi), dan People of Israel (4 kursi).

Proyeksi Blok Pemerintahan

Israel menganut sistem parlementer dimana pemerintahan dan Perdana Menteri ditentukan oleh koalisi partai di parlemen.

Blok koalisi Netanyahu diprediksi hanya mendapatkan 50 kursi, sedangkan blok oposisi meraih 58 kursi (sisa 12 kursi dipegang partai Arab). Jumlah ini membuat blok Netanyahu berjarak 11 kursi dari mayoritas minimal 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan di Knesset yang berkapasitas 120 kursi.

Sumber: Anadolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *