Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, mengaku menyadari penuh risiko besar saat memutuskan mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Tom menyatakan dirinya telah siap menghadapi berbagai konsekuensi, mulai dari dipenjara hingga risiko terburuk demi memperjuangkan idealisme dan keyakinannya.
Dalam podcast milik Akbar Faizal yang dikutip Jumat (15/5/2026), Tom mengatakan dukungannya terhadap Anies memang membawa risiko politik yang besar.
“Pilihan politik saya untuk mendukung Pak Anies pada saat itu membawa risiko ya bahwa saya bisa dipenjara ya kan, bahkan bisa dibunuh ya,” kata Tom.
Tom mengaku telah membicarakan seluruh risiko tersebut secara terbuka kepada keluarganya, termasuk istri dan anak-anaknya.
Menurut dia, keputusan mendukung Anies bukan langkah yang diambil secara emosional, melainkan sudah dipertimbangkan matang sejak awal.
“Saya sudah bicara terbuka mengenai risiko-risiko itu dengan istri, dengan anak-anak,” ujarnya.
Selain kepada keluarga, Tom juga menyebut dirinya sudah menyampaikan secara terbuka kepada publik mengenai kemungkinan risiko politik yang harus dihadapinya.
“Jadi saya sudah terbuka mengenai aspek itu ya kepada publik selama setahun dua tahun terakhir ini,” lanjutnya.
Tom Lembong diketahui menjadi salah satu tokoh paling vokal dalam mendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024.
Ia bahkan dipercaya menjadi Co-Captain tim pemenangan pasangan Anies-Muhaimin.
Namun setelah Pilpres selesai, Tom kemudian terseret kasus dugaan korupsi impor gula dan sempat ditetapkan sebagai tersangka hingga menjalani penahanan.
SIMAK SELENGKPANYA VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=9UVY_Edhc1Q







hanya patriot yang mampu menapaki jalan terjal dengan resiko yang tidak kecil untuk menumbangkan dajal. terus semangat pak TOM kami membersamai
yup pak tom… paling enak emang jd penjilad..
betul ga om af rasis 😂😂😂