Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dinilai punya potensi untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Peluang itu terekam dalam survei terbaru yang dirilis lembaga Indkestat. Popularitas Teddy berhasil tembus di angka 62,6 persen dan tingkat kesukaaan responden mencapai 50,7 persen.
Hasil ini membuat sosok Teddy mampu bersaing dengan sejumlah tokoh yang memiliki popularitas dan tingkat kesukaaan tak berbeda jauh. Tokoh itu di antaranya Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Bahkan Teddy mampu mengalahkan figur terkenal lainnya seperti Khofifah Indar Prawansa, Andika Perkasa, Zulkifli Hasan, Pramono Agung, dan Ahmad Luthfi.
Head of Politic Indekstat, Saiful Muhjab mengatakan, endorse Presiden RI Prabowo Subianto membuat ketenaran Teddy meningkat pesat. Terlebih saat kunjungan kerja ke daerah, Prabowo sering memperkenalkan sosok Teddy kepada publik.
“Posisi Letkol Teddy ini memang menarik, endorsmen yang nyata dari Presiden memang menambah tingkat popularitas dan elektabilitas Letkol Teddy secara nyata,” kata Saiful kepada IDN Times, Senin (16/2/2026).
Saiful menilai, tahapan Teddy untuk maju ke jenjang sebagai cawapres masih terbuka sangat jauh dan panjang. Namun ia tak memungkiri peluang itu terbuka lebar, bukan tidak mungkin ke depan Teddy akan semakin diminati publik.
Menurutnya, ke depan Teddy harus mampu mulai memobilisasi jaringan politik dan diterima elite koalisi.
“Tapi ini masih tahap pengenalan dan fasenya masih cukup panjang untuk sampai pada kesimpulan dia akan jadi salah satu tokoh kuat di level nasional yang bisa mengkonsolidasikan kekuatan elektoral. Kemungkinannya tentu terbuka lebar, tapi Letkol Teddy harus mampu metransformasi dirinya ketika popularitas tidak hanya dikenal, tetapi juga dapat dimobilisasi oleh jaringan politik dan diterima oleh elite koalisi,” ungkap Saiful.
Saiful lantas menegaskan, popularitas tetap membutuhkan dukungan struktur agar bisa menjadi aset elektoral strategis. Ia menyebut, popularitas tanpa dukungan hanya menjadi fenomena konsumsi media belaka.
“Tanpa dukungan struktur, popularitas berisiko berhenti sebagai fenomena media; dengan struktur, ia berpotensi menjadi aset elektoral strategis. Tapi tren elektoral Letkol Teddy tetap akan jadi menu utama menjelang Pemilu 2029,” imbuh dia.
Sumber: IDN Times







kalau beneran mau bikin kaos tulisan “jangan pilih boti”.
Presidennya Saiful Jamil…Biar bisa saling “asah pedang”.
Pakar Intelijen [Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra] : Prabowo Siapkan Duet Gibran-Teddy di Pilpres 2029
https://www.detikindonesia.co.id/pakar-intelijen-prabowo-siapkan-duet-gibran-teddy-di-pilpres-2029/
astaghfirullah…….
✍️ untuk legislatif sdh dipastikan GOLPUT
✍️ untuk pilpres msh nunggu perkembangan
wan gak nyalon kah? alamat dukung pedeipe kah drun
ntar dia jika WAN kepilih dpt struk lu tong😂😂😂
kalo beneran terjadi kencingin aja kertas suaranya
lu aja yg nyalon…kan muka lu masih jelek…perlu rutin nyalon
🤣🤣🤣
mulai deh kang sur pay pesenan mbacot
Nanti kampanyenya bukannya orasi malah jadi dancer dia ngulangi cara kampanye joget si badut gembrot yang menghipnotis / menyihir & menghibur audiens tolol.
dancer meliuk liuk
idiiihhh.. gelii deh ekke
gibran musibah buat indo, teddy kutukan buat indonesia. ….kapan rakyai indo pada wara?