TERIMA KASIH UNTUK PARA MAHASISWA YANG TURUN AKSI HARI INI

✍️Wilda Wahab

Terima kasih kepada mahasiswa yang masih memilih berdiri ketika banyak orang mulai lelah. Ketika jalan diblokade, kalian mencari jalan yang lain. Ketika suara rakyat tak lagi didengar, kalian mencari cara agar ia tetap terdengar. Dan kita tahu itu tidak mudah. Sebab hari ini, memilih peduli jauh lebih melelahkan daripada memilih masa bodoh.

Kami memang sudah tidak turun ke jalan, tapi percayalah, kami tidak sedang meninggalkan kalian. Kami hanya berdiri di barisan yang berbeda. Kalian di depan, kami di belakang. Kalian bersuara, kami mengaminkan. Kalian bergerak, kami mendoakan. Karena kita berada di sisi yang sama; sisi rakyat.

Tapi ada satu hal yang selalu terasa miris. Setiap kali rakyat bersuara, selalu ada yang berusaha mengecilkan. Katanya karena tidak kebagian. Katanya karena tidak paham politik. Katanya karena tidak mengerti keadaan. Seolah mencintai negeri ini butuh sertifikat dulu. Seolah kritik hanya sah bila keluar dari mulut orang-orang di sekitar kekuasaan. Padahal rakyat tidak butuh izin untuk merasa kecewa. Rakyatlah yang membayar harga dari setiap keputusan. Rakyatlah yang menyetor pajak, mengisi kas negara. Dan rakyat pula yang pertama kali merasakan sakit ketika arah bangsa mulai melenceng.

Dan untuk siapapun yang hari ini masih hidup dalam kecukupan, jika dapurmu masih mengepul, bersyukurlah. Jika anak-anakmu masih bisa sekolah tanpa was-was, bersyukurlah, tapi jangan sampai kelimpahan mencabut empatimu. Jangan karena bukan kamu yang kesulitan, lalu kau anggap semuanya baik-baik saja. Jangan karena kakimu tidak menginjak duri, lalu kau kira jalan yang dilalui orang lain juga mulus.

Kita satu bangsa. Air mata rakyat kecil tetap bagian dari cerita kita. Kesulitan mereka adalah urusan kita.

Kalau memang tidak ingin bicara politik tidak apa-apa. Tidak semua orang harus berdiri di depan mikrofon. Tidak semua orang harus turun ke jalan, tapi setidaknya jangan mencibir mereka yang sedang berjuang. Jangan menertawakan mereka yang masih berani mengingatkan kekuasaan. Sebab mereka yang kau sebut terlalu kritis itu hanyalah orang-orang yang masih punya keberanian untuk peduli. Dan sejarah hampir selalu mencatat hal yang sama: perubahan tidak lahir dari mereka yang sibuk mengejek. Perubahan lahir dari mereka yang memilih tetap peduli ketika semua orang memilih diam.

Lihatlah wajah ibu pertiwi. Indonesia tercinta ini terasa begitu penat. Usia kepemimpinan belum terlalu panjang, tapi ruang publik sudah penuh kegelisahan yang datang silih berganti. Yang terdengar bukan harapan, melainkan keresahan. Yang tampak bukan keteduhan, melainkan kegaduhan. Yang dirindukan adalah teladan, yang hadir justru pernyataan-pernyataan yang membuat dahi mengernyit.

Benarkah ini wajah kepemimpinan yang ingin diwariskan kepada bangsa ini?

Tapi melihat mahasiswa masih bergerak membuat kami percaya: Indonesia belum selesai. Selama masih ada anak muda yang berani menyuarakan kebenaran, Indonesia belum kalah. Selama masih ada yang berani mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak milik, harapan belum mati.

Teruslah bersuara, kawan. Bukan karena kalian membenci negeri ini. Justru karena kalian terlalu mencintainya untuk berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. 💔

Foto: Aksi BEM UI dan mahasiswa lain serta masyarakat hari ini di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. (Detikcom)

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. jangan terimakasih terimakasih aja, rakyat umum turun juga dong, berjuang bersama adik-adik ini.
    gulingkan Prabowo Gibran, itu baru mantap.

  2. Ayo seluruh pelajar Indonesia SMA/SMK dan seluruh elemen rakyat turun memprotese Rezim Si Bidji Satoe (SBS) yg bebal dan turan ini !

  3. mau reformasi ke 2 atau ke 3 kali selama memakai sistem kapitalusme sekuler negeri ini tidak akan ada perubahan, solusinya cuma satu ganti rezim ganti sisitem dengan sistem islam kaffah/khilafah

  4. Mana nih ANJING PENJILAT si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI kok gak berani komen⁉️
    Kowe takut ya dicari masyarakat⁉️
    Mampus lu TerMul dan TerWo‼️😝🤣😜😂