Pete Hegseth, Pembaca acara Fox News yang jadi Menteri Perang AS

✍🏻Mike Levin @MikeLevin

Kepala Staf Angkatan Darat, seorang veteran tempur dengan pengalaman bertugas di Irak dan Afghanistan, bertanya kepada Pete Hegseth mengapa ia menghalangi promosi dua perwira kulit hitam dan dua perwira wanita yang telah layak mendapatkannya.

Hegseth menolak untuk menjawab. Kemudian dia memecatnya.

Sembilan pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa Hegseth telah memblokir atau menunda promosi untuk lebih dari selusin perwira senior kulit hitam dan perempuan di keempat cabang militer.

Hegseth kini telah memecat atau menyingkirkan lebih dari selusin jenderal dan laksamana.

Dia adalah mantan pembawa acara TV yang tidak terkendali dan tidak berkualifikasi, dan tidak seorang pun di Partai Republik akan mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu karena mereka tidak ingin membuat Trump marah.

***

Pete Hegseth saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat (yang dalam masa jabatannya sering disebut sebagai Secretary of War/Menteri Perang oleh Presiden Trump). Ia menjadi Menhan setelah lolos oleh Senat pada 24 Januari 2025, melalui suara penentu dari Wakil Presiden JD Vance setelah hasil pemungutan suara berakhir imbang 50-50.

Pencalonan dan masa jabatannya telah memicu perdebatan sengit mengenai kualifikasi dan perilakunya:

  • Latar Belakang Karir: Sebelum menjabat, Hegseth dikenal sebagai pembawa acara Fox & Friends Weekend di Fox News selama delapan tahun. Ia adalah veteran Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Mayor.
  • Kritik Kualifikasi: Para pengkritik, termasuk beberapa anggota Senat, berargumen bahwa ia tidak memiliki pengalaman manajemen yang diperlukan untuk memimpin departemen dengan 3 juta pegawai dan anggaran hampir $850 miliar. Mereka menyoroti bahwa jabatan tertingginya di militer hanyalah seorang Mayor.
  • Kontroversi Kebijakan: Selama menjabat hingga April 2026, ia telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap kepemimpinan militer, termasuk memecat lebih dari belasan jenderal dan laksamana tinggi seperti Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal CQ Brown Jr..
  • Tuduhan Perilaku: Hegseth menghadapi berbagai tuduhan terkait penyalahgunaan alkohol, pelanggaran keamanan melalui aplikasi pesan yang tidak aman (Signal), serta tuduhan pelecehan seksual di masa lalu, yang semuanya ia bantah sebagai kampanye hitam.

Saat ini, ia menjadi wajah publik dari tindakan militer Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran (sejak Februari 2026), di mana ia sering menggunakan retorika yang agresif untuk menegaskan kekuatan militer AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar