Penggugat Ijazah Gibran MERCY SIHOMBING Diancam Bunuh, “MEREKA BILANG SAYA PANTAS DIBUNUH…”

Mercy Sihombing, pendidik yang melayangkan gugatan ke PTUN terhadap Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mengaku mendapatkan gelombang teror dan ancaman pembunuhan

Pengakuan ini disampaikan Mercy Sihombing di podcast MADILOG FORUM KEADILAN TV yang tayang kemarin (1/9/2026).

Berikut adalah fakta dan poin penting terkait situasi tersebut:

1. Ancaman Pembunuhan di Media Sosial

Setelah gugatannya terhadap dokumen administrasi pendidikan Gibran memasuki tahap pemeriksaan administratif di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Mercy mengaku diserang secara masif. Ancaman yang ia terima berkisar dari makian lewat pesan pribadi (Direct Message) hingga narasi ekstrem di media sosial yang menyebut bahwa dirinya pantas untuk dibunuh.

2. Duduk Perkara Gugatan

Mercy Sihombing, yang telah mengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) selama 16 tahun, menegaskan bahwa langkah hukumnya murni didasari kepedulian terhadap standar birokrasi dan tata kelola pendidikan (good governance), bukan karena manuver politik. Poin utama yang digugat oleh Mercy meliputi:

  • Penyensoran Nama Ibu Kandung: Mercy mempertanyakan mengapa Surat Keterangan Nomor 9149 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hanya membuka nama ayah Gibran (Joko Widodo), sedangkan nama ibu kandungnya ditutup atau disensor.
  • Keabsahan Prosedur: Gugatan ini menyoroti kejanggalan dokumen penyetaraan kelulusan Grade 12 Gibran di UTS Insearch, Australia, yang dianggap memiliki asimetri informasi dan potensi cacat prosedur administratif.

3. Respons Mercy Sihombing terhadap Teror

Menanggapi intimidasi dan hujatan netizen yang menuduhnya hanya sekadar mencari panggung (pansos), Mercy menanggapinya secara terbuka. Ia menyatakan tidak gentar dan justru mempersilakan pihak-pihak yang tidak puas atau yang membutuhkan penyetaraan dokumen resmi untuk menempuh jalur legal.

Mercy mengatakan kalau Gibran mau mendapat ijazah SMA secara legal bisa lewat kejar paket C di lembaga pendidikannya: “Kalau Mas Gibran denger (podcast ini), masih ada kesempatan loh mas Gibran untuk mengambil paket C (penyetaraan SMA), jika dia memang punya ijazah SMP”.

“Kalau mau di tempat saya (paket C) monggo,” ujar Bu Mercy.

SIMAK SELENGKPNYA VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=USN-epJoK-c

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. ngeriii bgtt kelakuannya percis kek drunefpeik yg suka ngomong halal darahnya buat ke musuhnya, mesti cepet2 lepas dari fufufafa itu si wowo utk menuju sukses 2029

    1. Sama seperti klompokmu, yaitu GRIB Jaya yang suka membunuh dan mengintimidasi orang yang tak bersalah. Dan Wowo harus pensiun (tidak nyapres lagi) karena sudah tua.

    2. lho dia sendiri yg ngegandeng fufufafa biar menang pilpres kok malah kamu saranin utk putus hubungan? habis disedot trus dibuang nih ceritanya?

  2. Mana nih komen ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun alias Babi guRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI⁉️
    Memang kebiasaan ulah gerombolan TerMul dan TerWo yang ber IQ JONGKOK itu ya seperti itu. Suka BOHONG, suka MENGANCAM, MENEROR, FITNAH Kepada para pengkritik junjungan sekaligus sesembahannya‼️
    Dasar makhluk MUNAFIK kalian itu‼️