Kuba: Negara Komunis Tapi Bangun Masjid, DPR Tidak Digaji, Pendidikan SD sampai S3 GRATIS!!!

Plis Meet…
Nana Yuliana

Duta Besar Indonesia masa jabatan 2020-2025, untuk wilayah Kuba, Bahama, Jamaika, Haiti, dan Republik Dominika.

Dalam wawancara beliau di Podcast bersama Tantowi Yahya (video ada dibawah), ada beberapa insight menarik tentang Kuba yang didapat selama 5 tahun bertugas

✅ Pendidikan gratis, mulai dari Pendidikan dasar, sampai ke S3. Kalau ada anak yang tidak sekolah, ortunya didatangi, dan anaknya dipaksa diseret ke sekolah. Angka buta huruf dan Putus Sekolah 0%.

✅ Kesehatan gratis. Bahkan produk2 kesehatan mayoritas dicukupi dari dalam negeri.

✅ Anggota DPR tidak digaji, karena diisi oleh tenaga profesional. Sistem fraksinya bukan partai, tapi Utusan Golongan. Jadi ada utusan Golongan Petani, Dokter, Pengusaha, Enginerr,dll.

Jadi, mereka di DPR bener-bener untuk menyuarakan kemakmuran golongan yang mereka wakili, bukan partai.

52% anggota DPR nya adalah perempuan. Di Indonesia, mencapai 30% aja udah setengah mati.

✅ Meski negara komunis, Kuba membebaskan warga negara memeluk agama sesuai kepercayaan masing-masing. Tidak ada larangan, bahkan dilindungi dalam konstitusi

Presiden Kuba saat ini, sebelumnya adalah Dosen Universitas Pusat Las Villas, mantan Menteri Pendidikan Kuba

Fakta ini mirip dengan Iran.

Meski diembargo selama puluhan tahun, Iran bisa mandiri dan bertahan, karena mereka berinvestasi besar di bidang pendidikan.

Presiden Iran saat ini adalah dokter sub spesialis jantung
Wakil Presiden Iran malah lebih mentereng gelarnya. Doktor Teknik Elektro lulusan Univ. Stanford, Amerika.

===========

Tulisan ini bukan ingin mempromosikan betapa bagusnya negara Komunis atau Syiah.

Tapi cuma ingin ngasih gambaran, meskipun dasar ideologi negaranya Komunis dan Syiah, tapi kalau Political Will pemerintah adalah mensejahterakan rakyat, bidang Pendidikan dan Kesehatan pasti jadi prioritas utama

Di Indonesia, untuk tahun 2026 ini, Pendidikan dan Kesehatan hanya jadi Progran Penunjang, bukan Prioritas

Kalau ngomongin negara berbasis demokrasi, malah lebih wow lagi bedanya.

Ambil contoh Taiwan, Jepang, Korea, atau Singapura..

Di negara2 ini, Rakyat mengkritik pejabat, pejabatnya minta maaf.

Di Indonesia, rakyat mengkritik, pejabatnya malah gaslighting “kabur sono ke Yaman, dasar antek-antek asing!”

Taiwan adalah surganya kaum difabel.

Mereka sangat support semua kenyamanan bagi penyandang disabilitas. Mulai dari transportasi umum, subdisi sampai ke penyediaan lapangan perkerjaan

Orang yang lumpuh sekujur tubuh, cuma kepala doang yg gerak, bisa dapat pekerjaan dan gaji sangat layak

Di Indonesia?

Usia diatas 35 tahun dengan kondisi fisik sempurna, sehat wal afiat aja, sulit dapat kerja. Apalagi ga good looking? Tamatlah sudah, alkisah kami…

Kita tuh harus sering nengok negara lain, supaya ga jadi kura-kura dalam tempurung.

Ngerasa kita normal aja hidupnya.

Padahal kalau dibandingkan sama negara lain, jauuuuuh banget ketinggalannya

Versi bank Dunia, kita tuh negara termiskin no.2 di dunia

Bahkan India yang jorok dan kelihatan tidak makmur itu saja, masih bisa kita kalahkan jumlah penduduk miskinnya

Menyala Indonesiaa !!!
🔥🔥🔥

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. kuba itu negara yg layanan kesehatan, ilmu farmakologi & ilmu medisnya tergolong maju meskipun negara miskin. mereka ga perlu impar impor kebutuhan obat-obatan dalam negeri, apalalagi kalau sekedar obat generik

  2. bhuahahahaha…huahahahaha si ANONim JANCUK PKI ini semakin TERDEPAN dalam MENUNJUKKAN keGOBLOKANnya‼️🤣
    Sejak kapan kami umat muslim mencintai Gerombolan KOMUNIS woiii BabRun⁉️
    Lu memang kagak ada otaknye ya, sampe gak bisa memahami hal sederhana masalah ini🤣😝😂😜