Budiman perlu memahami bahwa: universitas tidak didirikan untuk mendidik mahasiswa memahami cita-cita seseorang, dan dia juga perlu tahu bahwa para mahasiswa—apalagi mereka yang berpikir kritis—tidak pernah punya masalah dengan kemampuan memahami. Yang mereka tidak punya saat ini adalah alasan untuk mempercayai.
Lagipula, jika urusannya adalah memahami, Budiman perlu mengingat bahwa Prabowo Subianto sudah memiliki cukup banyak orang seperti dirinya—di kabinet dengan banyak menteri dan wakil menteri, di gedung DPR, dan di dapur-dapur MBG—yang siap menjelaskan, membela, dan membenarkan apa pun cita-cita presiden dan memberi tahu orang-orang tentang IQ 170 yang dimilikinya.
Dalam situasi itu, presiden justru membutuhkan orang-orang yang bersedia memeriksa apakah hal-hal besar yang meluncur dari mulutnya itu memang cita-cita atau hanya gejala halusinasi.
Saya pikir Budiman perlu diminta memahami bahwa para mahasiswa tidak berkewajiban mengikuti jejaknya dan menjadi seperti dirinya.
~AS Laksana~







si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI tak mau memahami fakta bahwa mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon sudah berkongkalikong melanggar konstitusi bersama si Jokodok untuk bisa menjadikan anaknya si FuFuFaFa jadi wapresnya. Jalan awalnya aja sudah curang, bagaimana mungkin bisa menjalankan pemerintahan dengan baik dan benar⁉️🤣😝😂😜
ternyaa oh ternyata dia si mulut kasar itu punya kedekatan dg partai kom kom merah iiiiii seremm jd pujaan kdrun astaghfirullah hal adzim
Kafirun jangan sok kadrun nulis kalimat istighfar aja ngaco.
AF dan makhluk hina tetap konsisten menjilat TAI…
Sombong membela kebenaran.
wk..wk..wk..orang fasik dzikir 🤣🤣🤣