Narasi ini sedang gencar disebarkan oleh para Buzzer di semua platform medsos

Narasi ini sedang gencar disebarkan oleh para buzzer di semua platform medsos.

Dan, yang buta politik pasti bilang, “Iya, juga ya.”
Hati-hati dengan framing menyesatkan semacam ini.

Pertama:
Pertamax itu bukan untuk orang kaya. Untuk kalangan menengah. Banyak masyarakat yang menggunakan Pertamax.

Kedua:
Kenaikan BBM jenis apa pun pasti punya efek domino dalam ekonomi masyarakat. Kenaikan barang-barang lain.

Ketiga:
Di lapangan, kenaikan Pertamax menyebabkan kelangkaan Pertalite. Sehingga ‘memaksa’ kaum subsidi ikut membeli Pertamax.

Keempat:
Daripada menyentuh rakyat yang kelaparan, MBG justru lebih kepada buang-buang anggaran ambisi politik.

Kalau pemerintah memang serius ingin memberi makan rakyat tepat sasaran:

  1. Bangun rumah singgah untuk anak jalanan dan terlantar serta fakir miskin.
  2. Salurkan MBG ke sana.
  3. Perketat Bansos. Berikan hanya ke fakir miskin.
  4. Berikan MBG ke panti asuhan.

Jika ini yang dilakukan, aku yakin semua orang setuju. Dan tak sampai mengorbankan dana kesehatan serta pendidikan.

MBG ini terbukti hanya jadi ladang korupsi pengelola.

Bayangkan saja!
Korupsi MBG 1 milyar 1 hari.

Yang harus diingat adalah
BBM adalah sumber energi nasional.

BBM digunakan untuk:

  1. Transportasi (motor, mobil, bus, truk, kapal, pesawat tertentu).
  2. Distribusi barang dan logistik.
  3. Mesin pertanian dan perikanan.
  4. Generator listrik di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik secara memadai.
  5. Berbagai kegiatan industri.

Karena perannya yang luas, harga dan ketersediaan BBM dapat memengaruhi biaya transportasi, harga bahan pokok, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Dan, Pertamax itu bukan hanya digunakan oleh orang kaya.

Nah, gong politiknya adalah, Pertamax naik, Pertalite langka. Lalu, perlahan hilang. Endingnya, semua orang akan memakai Pertamax.

Kemudian, tuntutan mahasiswa bukan hanya di BBM dan MBG. Ada beberapa poin yang sangat krusial terhadap kesejahteraan rakyat.

Tak dipungkiri, Prabowo terlalu boros menggunakan APBN.

Ingat!
APBN itu didapat dari 80% pajak rakyat.

Dampaknya tentu saja
PAJAK RAKYAT NAIK DAN BERTAMBAH SEKTORNYA.

CATAT!

(Ida Ayu Komang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Ya kalau otak minim dan akalnya Nol kayak si ANONim pembela garis keras mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon yg suka komen membela junjungan sekaligus sesembahannya itu sih langsung ditelan mentah² narasi begituan. Tapi karena netizen pembenci kezaliman itu semua pada CERDAS, ya narasi sampah itu lewat aja‼️

  2. Tambahan, faktanya anggaran MBG hanya 6% yg dinikmati siswa, 88% dinikmati pengusaha MBG (pemilik SPPG, yayasan, broker), jadi bohong besar kalo MBG itu yg menikmati rakyat kecil … Pertamax? Coba tanya tukang2 gojek, mereka justru kebanyakan pake pertamax utk menunjang performa motornya …

  3. kadang orang beli pertamax krn terpaksa, krn lagi diburu waktu sedangkan antrian pertalite mengular panjang, walhasil mau ga mau beli pertamax. skrg krn harga pertamax naik drastis akhirnya orang pada ogah beli pertamax, antri panjang gapapa daripada keluar duit 16ribuan per liter. akhirnya stok pertalite cepet habis, terus pertalite jadi langka, krn pertalite langka akhirnya kepaksa beli pertamax lagi meski isi dompet makin tiris. pejabat di atas sono, termasuk mbah wo, mana tau realita lapangan & gmn rasanya ngantri lama cuma buat ngisi bensin? paling ajudan ato sopirnya yg disuruh ngisi bensin ke SPBU

  4. motor jaman now pakai pertalite cepet jebol dan performa letoy dan malah boros … jadi memang dipaksa jadi “orang Kaya”, apalagi kalau sudah punya hape dan motor dianggap bukan orang miskin sama BPS