✍️Muhammad Laili Al-Fadhli
Ketika berbicara kopi, banyak orang mengira bahwa kopi berasal dari Italia. Benar bahwa banyak varian cara menyajikan kopi lahir di Italia. Tapi kopi sendiri tidak berasal dari sana.
Kopi berasal dari Ethiopia, lalu kemudian menyebrang ke Yaman. Di Yaman kopi bersanding dengan dzikir dan kitab. Ya, para sufi yang senang menghabiskan malam dengan dzikir selalu didampingi kopi. Demikian pula para penuntut ilmu dan ulama yang senang menelaah dan menulis.
Dari Yaman dan Timur Tengah, kopi menjelajah Turki, dan setelah itu baru masuk ke Eropa, termasuk Italia. Di Italia lah kemudian lahir mesin Espresso, dan dari sini kemudian varian kopi semisal Cappuuccino, Caffe Latte, dan selainnya. Varian-varian ini yang akhirnya mendominasi dunia cafe.
Peran penting Yaman
Jalur penyebaran kopi dari Ethiopia ke Yaman merupakan tonggak sejarah paling awal dan paling krusial dalam budaya kopi dunia.
Tanaman kopi (khususnya Coffea arabica) tumbuh liar di dataran tinggi wilayah Kaffa, Ethiopia. Cerita rakyat setempat yang terkenal mengisahkan seorang penggembala kambing bernama Kaldi yang mendapati kambingnya menjadi sangat aktif setelah memakan beri merah dari pohon tersebut.
Kopi lahir di dataran tinggi Ethiopia, tetapi perjalanannya tidak berhenti di sana.
Sekitar abad ke-15, para pedagang dan pelancong membawa biji kopi melintasi Laut Merah dari Ethiopia ke Yaman. Apa yang dimulai sebagai penemuan lokal kini mulai menyebar ke luar tempat kelahirannya.
Yaman menjadi wilayah pertama yang benar-benar membudidayakan dan mengembangkan kopi sebagai tanaman penting.
Kota Mocha, yang terletak di pantai Yaman, menjadi salah satu pelabuhan perdagangan kopi paling terkenal di dunia.
Yaman mengendalikan perdagangan kopi dunia melalui pelabuhan terkenal mereka, Mocha.
Bahkan, kata “Mocha” yang masih kita dengar hingga saat ini berasal dari kota bersejarah ini.
Para petani Yaman dengan hati-hati menanam tanaman kopi di pegunungan dan melindungi perdagangan kopi mereka selama bertahun-tahun. Mereka bahkan mengekspor biji kopi yang sudah dipanggang, bukan biji yang subur, untuk mencegah wilayah lain menanam kopi.
Kopi dengan cepat menjadi populer di kalangan cendekiawan, pelancong, pedagang, dan komunitas keagamaan.
Orang-orang menemukan bahwa kopi membantu mereka tetap terjaga, lebih fokus, dan melanjutkan belajar, berdiskusi, dan berdzikir dan beribadah selama berjam-jam.
Dari Yaman, minuman berenergi ini kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah, sebelum akhirnya menyebar ke Eropa, Asia (termasuk Indonesia), dan seluruh dunia.
Tanpa Yaman, kopi mungkin akan tetap menjadi penemuan regional kecil.
Yaman mengubah kopi dari tanaman lokal Ethiopia menjadi fenomena budaya internasional ☕🌍














Kaum yang nyonyornya nyinyir ke arab Yaman, apakah masih minum kopi..🤭😁
malu harusnya kalo masih minum kopi, minum aer jamban aja.
mantap keren cocokloginya drunnn
padahal itu fakta sejarah. sebegitu malunya mengakui fakta krn benci yaman?