Yang sedang terjadi di Lebanon adalah Gaza kedua

Atas: desa Houla, Lebanon selatan, dulu.
Bawah: Houla setelah dihancurkan Israel.

Houla adalah desa kuno berusia 2000 tahun.

Yang sedang terjadi di Lebanon adalah Gaza kedua; genosida dan pembersihan etnis sedang berlangsung, tapi sayangnya belum banyak yang tahu dan peduli.

Kondisi “pemerintah”-nya pun sama. Di Palestina, “pemerintah” resmi (Otoritas Palestina) malah tidak setuju dengan perlawanan dan memilih berbaik-baik dengan AS-Israel. Kalau pun mengecam, ya sekedar retorika, tapi tidak mau benar-benar melawan.

Di Lebanon, pemerintahnya juga demikian.

Sejarah Houla

Houla (Arabic: حولا, romanizedḤūlā) adalah sebuah desa kuno di Lebanon selatan dengan akar sejarah yang dalam, dan telah mengalami kehancuran dahsyat akibat operasi militer Israel yang berkelanjutan dan penghancuran sistematis. Terletak di sisi selatan Sungai Litani dekat perbatasan, sejarah desa ini terhubung kembali ke dunia Kanaan-Fenisia kuno dan Kerajaan Tirus yang bersejarah. Penemuan arkeologis berupa ambang pintu dan alat penggiling zaitun bersejarah menunjukkan warisan kota yang telah berusia ribuan tahun.

Penghancuran Houla yang baru-baru ini terjadi secara luas merupakan bagian dari pola militer yang lebih luas ang telah menghancurkan infrastruktur sipil dan warisan sejarah di seluruh Lebanon selatan.

Skala Penghancuran Baru-baru Ini:

  • Penghancuran Sistematis: Citra satelit dan investigasi media dari lembaga seperti BBC Verify telah mengungkapkan bahwa Houla dan kota-kota perbatasan di sekitarnya secara sistematis diratakan menggunakan ledakan terkontrol dan serangan udara yang meluas.
  • Pengungsian Massal: Dari sekitar 12.000 penduduk Houla, laporan lokal menunjukkan hanya sebagian kecil (sekitar 800 orang) yang dapat kembali, karena sebagian besar rumah dan bangunan sipil tetap dalam reruntuhan.
  • Penghapusan Monumen Bersejarah: Selain meratakan rumah-rumah, pasukan Israel menghancurkan monumen bersejarah kota itu, yang dibangun untuk memperingati korban pembantaian Hula tahun 1948.

Konteks yang Lebih Luas dari Kehilangan Warisan:

Kehancuran Houla mencerminkan pola regional yang sedang berlangsung di mana ribuan tahun sejarah Lebanon telah hilang. Sejarah sedang hilang. Menurut laporan dari Al Jazeera dan Kementerian Kebudayaan Lebanon, serangan militer Israel baru-baru ini telah menyebabkan kerusakan parah pada bangunan-bangunan kuno ikonik termasuk kota Tyre yang terdaftar di UNESCO, pasar bersejarah era Mamluk di Nabatieh, dan Kastil Beaufort abad pertengahan.

Meskipun Israel menyatakan operasinya menargetkan infrastruktur Hizbullah yang tertanam, para ahli hukum internasional dan kelompok kemanusiaan memperingatkan bahwa penghancuran menyeluruh kota-kota berusia berabad-abad ini merupakan penghapusan identitas fisik dan potensi kejahatan perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *