✍️Farid Gaban (Wartawan senior)
Proyek KDMP ini menyedot anggaran puluhan/ratusan triliun tapi digagas dan dibicarakan sambil jalan seperti bikin warung kelontong… tidak ada kajian dan perencanaan komprehensif yang bisa dipahami semua stake-holder, tidak ada mitigasi risiko korupsi.
Menteri Keuangan sendiri, yang memangkas dana desa untuk dialihkan ke KDMP, mengaku tidak tahu bagaimana akan dikelola.
Bahkan sebagai proyek top-down (dari pemerintah pusat), ini tidak memenuhi syarat: tidak jelas siapa pihak/menteri yang bertanggungjawab (Agrinas/BUMN, Menteri Koperasi, Menteri Pertahanan); tidak ada kepastian dan kesepakatan para pihak yang bisa dipegang bahkan setelah pegawai direkrut dan mobil impor dibagikan. Gila bener!







layu sebelum berkembang 🥀🥀
lha… ngurusin negara kok plintat plintut kentut 🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ancen sing NGURUS NEGORO WONG2 KOPLAK & OON > ya itu hasilnya
satunya tua halu pikun
satunya ijasah SMA punya / gak juga gak ngerti, oon PLENGER PLONGA PLONGO BISU
nanti byk yg korupsi pada lepas tangan
si Anonim (Akal Nol, Otak miNim) SUPER DUPER GUOBLOKKKK ANJING PENJILAT gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) gak berani komen. Ini realita lho…realita lho BLOK‼️😂😝😅🤣