
Dosen Hukum Ketenagakerjaan FH UGM, Nabiyla Risfa Izzati, mengalami ancaman dan intimidasi setelah mengomentari unggahan di media sosial X terkait dugaan mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum oleh Menteri PU, Dody Hanggodo.
Mutasi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan bocornya dokumen perjalanan dinas sang menteri ke New York bersama keluarga saat Piala Dunia 2026.
Dalam komentarnya, Nabiyla menulis, “PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh 😡.”

Setelah itu pada Kamis (16/7/2026) pukul 14.23 WIB, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal berisi ancaman, intimidasi, serta doxing data pribadi dan keluarga, lengkap dengan koordinat lokasi di Google Maps.
Pengirim pesan meminta Nabiyla menghapus unggahannya karena dianggap menimbulkan kegaduhan.
Nabiyla menegaskan ancaman ini merupakan yang pertama kali dialamatkan kepadanya. Ia bersama kuasa hukum telah melayangkan somasi kepada pemilik nomor tersebut, namun belum ada tanggapan.
Untuk saat ini, pihaknya belum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian, menunggu hasil somasi terlebih dahulu.
Kasus ini menambah daftar panjang fenomena doxing dan ancaman digital terhadap akademisi maupun masyarakat sipil yang menyuarakan kritik di ruang publik.
BERIKUT SELENGKAPNYA DARI AKUN X Nabiyla Risfa Izzati @nabiylarisfa:







Ancaman allah sangat mengerikan kpd pejabat laknat
sudah saat nya kita yg paham berteriak. paham karena kita dipajaki diberbagai bentuk dan mrk digaji!!!
kalo tulisan yg nyebokin rezim aman..
kalo yg kritis2 gercep dibungkam
ancaman doxing data pribadi siapa lg pemainnya rakyat pada tau sebaiknya gaji dan fasilitas dari uang rakyat diusut kalau dipakai mengancam rakyat