Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membenarkan bahwa dirinya telah menerima surat kuasa dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah untuk menjadi kuasa hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Melalui video yang diposting di akun Intagramnya (17/7/2026), Hotman membeberkan alasan dirinya mau menjadi kuasa hukum eks Jampidsus.
“Sekarang kenapa seorang Hotman Paris yang sudah sukses mau? Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar dia, termasuk adiknya Hasim, saya yang pegang. Walaupun waktu dia menteri Menhan pun saya sering diminta tanpa dibayar.
Waktu saya di Singapura, saya kan operasi saraf kejepit, jadi saya benar-benar nggak bisa bergerak karena dua hari itu. Saya melihat benar-benar saya merasa miris. Karena apa? Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia (Jampidsus selaku Satgas PKH) negara mendapatkan Rp300 triliun.
Kemudian dalam satu tahun, pengembalian kerugian negara dapat Rp130 triliun.
Jadi total sudah Rp430 triliun kembali dan dibanggakan oleh Presiden.
Bayangin orang kebanggaannya Presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama Presiden (pengusutan Jampidsus oleh Polri tanpa izin dulu dari Presiden -red).
Karena waktu saya di Singapura, saya bikin pernyataan bahwa nggak mungkin Presiden nggak tahu. Ternyata nggak tahu.
Lu bayangin coba, disitulah saya merasa marwah dari klien saya (Presiden Prabowo) yang sampai sekarang hubungan baik. Saya merasa tertantang, walaupun saya namanya jadi sedikit tercoreng.
Dan yang kedua, Jampidsus ini dalam sejarah kejaksaan di Indonesia, sejak zaman majapahit, termasuk presiden-presiden yang sebelumnya, belum pernah ada kejaksaan bisa mengembalikan kerugian negara 430 triliun.
Belum lagi kasus underpricing ekspor yang nilainya kerugian negara ribuan triliun yang sedang diusut Jampidsus.
Berarti banyak oligarki yang terganggu. Belum lagi kasus petrol, si R yang lagi di Malaysia. Belum lagi kasus EBG, segala macam.
Jadi benar-benar, dengan melakukan kriminalisasi terhadaap Jampidsus, benar-benar saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo. Itulah alasannya saya terpanggil.
Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Karena Saya bayarannya super mahal di Indonesia.”
VIDEO:
sumber: https://www.instagram.com/p/Da5v68KTkBs/?hl=id







NAH… LHOO….
yang perlu digarisbawahi “Walaupun waktu dia menteri Menhan pun saya sering diminta tanpa dibayar”.
segitu teganya wowo, beda ama pengakuan buzzer “wowo orang terbaik”
GULING GULING
Sakarepmu.
Pertanyaannya sederhana: jika mmg febrie ini dikriminalisasi polri, knp kapolrinya tdk diganti? Intinya prabowo sendiri tersandera dg listyo yg orangnya jokowi. Begitu msh percaya prabowo mau bongkar semuanya? Cuma orang tolol sj ini atas jasa prabowo. Orang cerdas