Spanyol vs Argentina, dua kubu yang sama-sama berdarah Spanyol

Spanyol vs Argentina sebenernya dua kubu yang sama-sama punya darah Spanyol dan berbahasa Spnayol. Satu tim pake seragam biru-putih, satunya lagi pake merah-kuning, tapi secara historis mereka itu keluarga besar ber DNA Spanyol.

Argentina hari ini adalah negara yang dibangun oleh para Criollo (keturunan Spanyol yang lahir di Argentina) yang dulu berani ngusir Peninsulares, yaitu orang Spanyol asli dari Eropa yang menjajah Argentina.

Jadi revolusi kemerdekaan Argentina itu sebenernya perang saudara “antar-Spanyol” juga, cuma beda lokasi lahir. Yang di seberang Atlantik merasa lebih berdarah biru, sementara yang lahir di Amerika merasa lebih paham tanah dan udara benua Amerika.

Nah, 200 tahun kemudian, mereka ketemu lagi. Kali ini bukan di medan perang, tapi di stadion.

Uniknya Spanyol yang sekarang malah diperkuat oleh Lamine Yamal yang akar keluarganya dari Maroko, sama Nico Williams yang orangtuanya dari Ghana.

Jadi tim “Spanyol” abad ke-21 itu isinya justru lebih berwarna, sementara Argentina yang dianggap sebagai “anak” malah jadi semacam museum hidup dari Spanyol abad ke-19.

Nama-nama kayak Messi, Di María, dan Lautaro Martínez itu bunyinya persis kayak daftar keluarga Spanyol yang pindah ke Argentina seratus tahun lalu dan nggak pernah balik lagi.

Mereka itu seperti foto hitam putih yang diawetkan, sementara Spanyol sendiri udah berubah jadi kanvas baru yang dicat oleh banyak tangan dan banyak warna.

Sama-sama berbahasa Spanyol

Bahasa resmi yang digunakan di Argentina adalah bahasa Spanyol. Bahkan, berdasarkan data dari Wikipedia, Argentina merupakan negara berbahasa Spanyol terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya.

Meskipun menggunakan bahasa Spanyol, logat dan cara bicara orang Argentina sangat khas dan berbeda dari negara berbahasa Spanyol lainnya.

Sejarah hubungan antara Spanyol dan Argentina

Mencakup masa kolonisasi selama hampir tiga abad, perang kemerdekaan yang sengit, hingga gelombang migrasi besar yang membentuk identitas bangsa Argentina modern.

Pengaruh Spanyol tertanam kuat pada bahasa resmi, agama mayoritas, hukum, hingga struktur kebudayaan yang ada di Argentina saat ini.

Berikut adalah garis besar periodisasi sejarah Spanyol di Argentina dari masa ke masa:

Era Kolonisasi dan Eksploitasi (Abad ke-16 – Abad ke-18)

  • Penjelajahan Awal (1516): Penjelajah asal Spanyol, Juan Díaz de Solís, menjadi orang Eropa pertama yang mendarat di wilayah Río de la Plata. Wilayah ini awalnya dieksplorasi karena Spanyol mencari jalur perak serta berupaya membendung ekspansi Portugis dari wilayah Brasil.
  • Pendirian Kota (1580): Setelah kegagalan pemukiman pertama, Spanyol berhasil membangun koloni permanen di Buenos Aires pada tahun 1580 melalui ekspedisi darat dari Peru.
  • Kewalirajaan Río de la Plata (1776): Demi memperketat kendali administrasi dan perdagangan, Kerajaan Spanyol mendirikan Virreinato del Río de la Plata (Kewalirajaan Río de la Plata) dengan Buenos Aires sebagai ibu kotanya. Spanyol memegang monopoli komersial penuh atas semua hasil bumi dan wilayah tersebut.

Revolusi dan Perang Kemerdekaan (1810 – 1816)

  • Revolusi Mei (1810): Ketika Spanyol diinvasi oleh Napoleon Bonaparte di Eropa, stabilitas politik di tanah jajahan goyah. Pada 25 Mei 1810, para tokoh lokal Criollo (keturunan Spanyol yang lahir di Argentina) meluncurkan Revolusi Mei dan menggulingkan Wakil Raja Spanyol, Baltasar Hidalgo de Cisneros.
  • Deklarasi Kemerdekaan (1816): Melalui serangkaian perang berdarah yang dipimpin oleh tokoh pembebasan seperti José de San Martín, perwakilan provinsi berkumpul dalam Kongres Tucumán. Pada 9 Juli 1816, Argentina secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari Kekaisaran Spanyol.

Gelombang Imigrasi Massal (Akhir Abad ke-19 – Abad ke-20)

Akibat dari kedatangan kolonial dan gelombang imigrasi ini, diperkirakan sekitar 20 juta warga Argentina saat ini memiliki garis keturunan Spanyol, menjadikannya salah satu pilar demografi terbesar di negara tersebut bersama dengan imigran Italia.

Hubungan kedua negara sempat membeku pascakemerdekaan, namun pulih lewat perjanjian damai pertengahan abad ke-19.

Antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, jutaan warga Spanyol berimigrasi ke Argentina demi mencari kehidupan ekonomi yang lebih baik atau melarikan diri dari Perang Saudara Spanyol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. HEHEEEEE…DAN SEKARANG 60% PENDUDUK ARGENTINA ADALAH KETURUNAN ITALIA….BISA DILIHAT DARI NAMA BELAKANG MEREKA…..DI MARIA…SCALONI…PELEGRINI….CAMORANESSI….DLL…..