“ISLAM ALA PRABOWO”, Ustadz Hilmi: Ada yang pernah mendengar beliau baca Al Fatihah?

Ustadz Hilmi Firdausi menanggapi buku ISLAM ALA PRABOWO yang lagi heboh di media sosial.

“Jadi pingin baca buku ini, karena seumur hidup saya belum pernah mendengar beliau baca Al Fatihah, saya juga tidak tau apa beliau bisa membaca Al-Qur’an dan hafal bacaan-bacaan sholat, soalnya itu basic sekali dalam ajaran islam. Yg punya videonya boleh share ketika beliau membaca Al Fatihah, kalau Pak SBY & Pak Jokowi saya pernah lihat,” ujar Ustadz Hilmi Firdausi di akun X, Sabtu (5/9/2026).

“Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam” adalah sebuah buku yang membahas bagaimana nilai-nilai Islam tecermin dalam perjalanan hidup dan gaya kepemimpinan Prabowo Subianto.

Buku ini disusun oleh tim penulis yang terdiri dari Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas, diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House. Peluncuran resminya dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof. Dr. KH Noor Achmad.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai buku tersebut:

Struktur & Isi Buku

Buku setebal 346 halaman ini tidak ditulis secara personal oleh Prabowo Subianto, melainkan berupa kumpulan perspektif dan tulisan dari berbagai tokoh agama, akademisi, diplomat, dan politisi mengenai sosoknya. Secara garis besar, isinya dibagi ke dalam tiga tema utama:

  • Islam, Perdamaian, dan Keadilan: Mengulas visi internasional Prabowo terhadap dunia Islam, termasuk konsistensinya dalam membela isu kemanusiaan di Palestina. Bagian prolognya diisi oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
  • Spiritualitas Prabowo Subianto: Membedah sisi religiusitas, karakter, serta nilai moral personal dalam kehidupan sehari-hari maupun selama berkarier di militer.
  • Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat: Menghubungkan nilai keislaman dengan kebijakan publik inklusif yang berorientasi pada kepentingan masyarakat banyak.

Respons dan Kontroversi Publik

Sejak pertama kali diluncurkan hingga kembali menjadi perbincangan hangat, buku ini menuai pro dan kontra yang cukup tajam di media sosial.

  • Sisi Pro: Para tokoh agama pendukung menilai buku ini penting untuk memperkuat literasi keagamaan dan kebangsaan, sekaligus membuktikan bahwa nilai Islam bisa diintegrasikan secara inklusif dalam pemerintahan.
  • Sisi Kontra: Di sisi lain, sebagian warganet dan kritikus menilai buku ini terlalu berbau pujian politik (politisasi citra keagamaan). Kritik di media sosial sering kali mempertanyakan kedalaman pemahaman agama praktis Prabowo atau menganggap narasi keislaman tersebut terlalu dipaksakan untuk konsumsi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 komentar

  1. Kalo cuma perdamaian-keadilan, spiritual, ikut serta mensehahterakan rakyat, ibunda Theresa di India malah lbh baik dan gencar aksinya drpd wowo … Islam itu ditopang 5 perkara (syahadatain, sholat 5 wkt, puasa, zakat dan haji). Wowo … kalo sy sih blm pernah liat, kecuali wkt pilpres 2014 wkt diajak sholat bareng sm SBY …

      1. ya ga wajarlah ngapain nagih2 ibadah emanglo kadal gurun malaikat pencatat amal baik manusia? urus aja ibadahlu sendiri ngapain pusing mikirin ibadah org lain emanglo dikuburan ditanyain wowo ngaji apa engga? hadehhh

    1. Komen SUPER DUPER GUOBLOK dari Anonim (Akal Nol, Otak miNim) anggota TerMul dan TerWo‼️ Komen dari seorang Islamophobia kayak kau ini contohnya ‼️

  2. jadi intinya apa, mau baca buku itu atau mau liat wowo baca Al Fatihah? yg konsisten dikit dong biar kadrun ngerti

    kalo cuma mau tau isi bukunya ya tinggal beli terus baca, gitu aja kok repot

      1. ngapain wowo ikutan gituan? emang kita lg nyari imam solat? ini presiden nkri bukan nyari pemimpin tertinggi republik islam iran yg harus syiah dan harus paham agama, aneh emang kadrun mabok iran kayanya

        1. Mimpin solat saja tak becus, ngurus kluarga sendiri saja tak becus 😂😂😛, berharap si wowo mampu menjabat presiden tanpa rekam jejak yang buruk bagi ra’yat?😂😂😛

          1. logikamu kek gitu? kasihan 😂😂 kalau mimpin sholat itu butuh pengetahuan gerakannya, tau sedang di raka’at ke berapa, tau bacaannya apa, dan sadar bahwa ia sedang memimpin jama’ahnya yang banyak. kalau itu sudah dibiasakan dan terbiasa, niscaya pada saat bermasyarakat, situasi bakalan terkendali