HEBOH Potret Candi Muara Takus yang sekarang dikelilingi Perkebunan Sawit

Konon, di abad ke-7, 8, dan sekitarnya, Baginda Sri dari Kerajaan Sriwijaya mengirim rombongan penting untuk mendatangi tempat yang juga sangat penting.

“Hari ini, aku melepas kalian.” Sabda Baginda, “Maka berangkatlah wahai panglimaku, bersama pasukan dan pemuda-pemuda terpilih, kunjungilah tempat suci di utara, Candi Muara Takus, untuk belajar agama.”

“Siap laksanakan, Baginda.”

“Berhati-hatilah di perjalanan. Hutan lebat. Harimau. Gajah-gajah. Bahkan babi hutan bisa membuat bahaya.” Titah Baginda Sri.

“Eh, maaf Baginda.” Menteri transportasi berbisik, “Perjalanan aman-aman saja.”

“Loh kok bisa?”

“Tidak ada lagi hutan lebat.”

“Hah?”

“Sudah berubah jadi kebun kelapa sawit soalnya.”

Baginda Sri terdiam.

“Tapi sawit ini pohon, bukan?”

“Katanya begitu sih, Baginda. Paling masalahnya sekarang asap saja.”

“Hah?”

“Iya, Baginda, asap kebakaran hutan.”

Demikianlah, zaman telah berubah. Kerajaan Sriwijaya yang begitu luas dan megah, telah menjadi sawit dimana-mana. Lantas bagaimana nasib sungai-sungai, yang dulu bisa dilewati kapal-kapal besar hingga berlabuh di dekat candi Muara Takus? Juga telah berubah.

(Tere Liye, penulis novel “YANG TELAH LAMA PERGI” novel tentang sejarah Kerajaan Sriwijaya)

*Candi Muara Takus adalah situs candi Buddha tertua di Sumatra yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Kompleks percandian ini berjarak sekitar 135 km dari Kota Pekanbaru dan menjadi satu-satunya peninggalan purbakala berbentuk candi di Provinsi Riau. Candi ini diyakini kuat sebagai pusat ibadah dan pendidikan agama Buddha pada masa keemasan Kerajaan Sriwijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

    1. ya bener musyrik bagi muslim, makanya muslim kaga ikitan ritual begituan. trus apa salahnya peninggalan sejarah dilestarikan. ah ternak londo ireng ini emg gobloknya sering, pinternya kga pernah 😂😂😂

    2. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai  Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (Mat. 4:1-2)

      Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. (Lukas 4:1-2)