✍️Ismail Amin
Yang patut teman-teman ketahui, Iran🇮🇷 berdamai dengan AS🇺🇸 tidak lantas Iran jadi pro AS apalagi bergabung ke dalam poros AS sebagaimana Saudi cs…. juga tidak lantas Iran jadi membuka hubungan diplomatik dengan AS… Bagi Iran, AS tetap setan besar…. persektif ini tidak akan bergeser, sebelum AS melepaskan dukungannya secara total ke rezim Zionis…. jadi MoU yang dibuat ini, hanya buat perjanjian keduanya tidak akan saling serang itu saja… AS mengajukan syaratnya, Iran mengajukan syaratnya… selesai….
Jadi orang-orang yang menggambarkan Iran tidak lagi anti AS dan anti Zionis dengan perdamaian ini, ya salah besar…. Iran akan tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina, meneruskan jalur diplomasi sebagaimana yang telah dilakukannya selama ini, sambil tetap membantu memperkuat kemampuan militer kelompok perlawanan, agar tetap punya nilai tawar dan tidak gampang dibuat tunduk….
ada tiga tuntutan Israel yang dititip melalui perundingan ini yang ditolak Iran. Pertama, Iran harus menghentikan produksi rudal. Kedua, Iran harus membatasi jarak jangkau rudalnya. Dan ketiga, Iran menghentikan dukungan pada kelompok perlawanan. Ketiganya ditolak mentah-mentah Iran… Iran bilang, mending tidak usah berdamai, jika tiga tuntutan Israel ini harus kami penuhi….
Jadi sebenarnya yang mereka koar-koar Iran tersudut dan kalah dalam kesepakatan ini, ya sengaja membutakan diri. Baca saja ulang-ulang 14 poin kesepakatan itu, lebih menguntungkan siapa? Iran atau AS? terus sebelumnya tahu kan bahwa perjanjian ini akan ditandatangi pada Jumat besok di Swiss, tapi mengapa dipercepat dan ditandangani secara elektronik. Ya karena itu yang diminta Ayatullah Mujtaba Khamanei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Alasannya, segerakan perjanjian ini berlaku, agar gencatan senjata juga segera berlaku, dan untuk menghindari pertemuan langsung dengan AS. Dan funfactnya, Trump sepakat-sepakat saja. Artinnya memang Trump yang paling berkepentingan dengan perdamaian ini. Sudah dibocorkan sendiri oleh Trump. Di KTT G7 Trump bilang, itu karena cadangan minyak AS telah menipis dan telah benar-benar kekurangan dalam 4 minggu jika Selat Hormuz tidak segera dibuka… Trump yang sebentar lagi menghadapi pemilu paruh waktu ya tentu tidak akan mengambil resiko dicerca oleh warga AS yang kewalahan dengan harga BBM yang melambung tinggi….
Kesimpulannya teman-teman, dalam hal ini, Iran yang masih punya hati…. masih mau diajak berunding, bahkan masih mau berdamai setelah negaranya dikeroyok habis-habisan… tapi sekali lagi, damai ini bukan berarti Iran melupakan kejahatan-kejahatan AS, bagi Iran, AS tetap setan besar dan siap kembali berperang jika AS kembali membuat ulah.
(*)







Gandaruwowo tetep gandaruwowo
kini timur tengah punya kekuatan baru yakni iran disamping israel….
perjanjian damai amerika iran mengunci amerika tidak bisa lg menyerang iran…dgn alasan apapun…dan point damai ini tidak ada pasal iran dan israel berdamai…
kasihan arab sunni justru jadi sapi perah amerika….sedang amerika diperah iran….