Laporan terbaru intelijen Amerika Serikat justru mengungkap fakta yang tidak terduga: Iran mampu memperbaiki fasilitas rudal bawah tanahnya dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam setelah dihantam serangan udara AS dan Israel.
Menurut laporan tersebut, tim teknis Iran langsung bergerak menggali kembali bunker dan silo yang terkena bom, lalu mengaktifkannya kembali untuk digunakan. Kemampuan ini menunjukkan tingkat kesiapan dan ketahanan militer Iran yang tinggi di tengah gempuran intensif selama berminggu-minggu.
Tidak hanya itu, Iran juga dilaporkan masih memiliki persediaan rudal dan peluncur bergerak dalam jumlah signifikan. Hal ini menandakan bahwa upaya besar-besaran Amerika Serikat untuk melumpuhkan kekuatan rudal Iran belum sepenuhnya berhasil.
Bahkan, sejumlah laporan intelijen menyebut bahwa sebagian besar fasilitas yang terlihat hancur di permukaan ternyata tidak sepenuhnya rusak. Iran mampu dengan cepat membersihkan reruntuhan, memperbaiki sistem, dan kembali meluncurkan rudal dari lokasi yang sama.
Di sisi lain, klaim Washington yang menyebut telah menghantam ribuan target di Iran kini mulai dipertanyakan. Meski serangan memang berdampak, kenyataannya Iran tetap mampu mempertahankan kemampuan tempurnya, termasuk dalam meluncurkan serangan balasan ke berbagai target di kawasan.
Laporan intelijen juga mengindikasikan bahwa Iran sengaja menyimpan sebagian besar peluncur rudalnya di bunker dalam dan jaringan terowongan untuk menghindari deteksi dan serangan. Strategi ini membuat upaya penghancuran total menjadi jauh lebih sulit.
Selain itu, penggunaan target palsu atau decoy oleh Iran turut memperumit penilaian kerusakan yang sebenarnya. Dalam banyak kasus, serangan udara justru menghantam fasilitas tiruan, sementara aset utama tetap aman dan siap digunakan kembali.
Sejumlah sumber bahkan menyebutkan bahwa hingga kini sekitar setengah dari peluncur rudal Iran masih dalam kondisi operasional. Ini menunjukkan bahwa kemampuan militer Iran tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan, meskipun berada di bawah tekanan besar dari serangan bertubi-tubi.
Dengan kemampuan memperbaiki fasilitas secara cepat, menyembunyikan aset strategis, serta mempertahankan sebagian besar kekuatan rudalnya, Iran dinilai masih memiliki daya tahan tinggi dalam konflik yang terus berlangsung.
Laporan ini sekaligus memperlihatkan bahwa perang belum mendekati titik akhir, dan Iran masih jauh dari kondisi lumpuh seperti yang selama ini diklaim oleh pihak Amerika Serikat.







hajarrrr trus Ran
Siapa yg mampu bertahan dalam waktu lama sepertinya yg akan unggul. Dan tanda2 itu tampaknya ada pada Iran.