Pemerintah Kota New York di bawah kepemimpinan Wali Kota Zohran Mamdani berhasil menarik dana lebih dari $9 juta (sekitar Rp144 miliar) dari Amazon untuk melunasi denda pelanggaran lingkungan yang belum dibayar.
Inilah alasan tepat mengapa kita memilih politisi yang tidak dibeli oleh korporasi: mereka benar-benar meminta pertanggungjawaban kepada orang-orang berkuasa alih-alih melindungi mereka.
Langkah tegas ini diumumkan langsung oleh kantor Wali Kota NYC setelah Mamdani menginstruksikan Departemen Keuangan kota untuk mengejar utang denda dari jaringan logistik perusahaan milik Jeff Bezos tersebut.
Dalam sebuah pernyataan di X, Jumat (22/5/2026), Wali Kota NYC Zohran Mamdani mengatakan:
“Amazon bernilai $2 triliun. Namun, mereka tidak sudi membayar jutaan dolar yang mereka kumpulkan dalam bentuk denda yang belum dibayar karena truk-truk mereka secara ilegal mencemari udara kita dan memaksa warga New York untuk menghirup asap knalpot mereka.
Kami telah mengumpulkan setiap dolar yang mereka hutangkan kepada warga kota ini dan akan terus meminta pertanggungjawaban mereka.
Di New York, perusahaan-perusahaan tunduk pada standar yang sama seperti perusahaan lain. Tidak ada perusahaan, sebesar atau sekuat apa pun, yang kebal hukum.”
Berikut adalah rincian fakta penting terkait penagihan denda ini:
Detail Denda dan Pelanggaran Amazon
- Jenis Pelanggaran: Denda akumulatif akibat armada truk Amazon Logistics yang melanggar hukum anti-pembiaran mesin menyala (idling laws). Di New York, kendaraan dilarang menyalakan mesin dalam posisi berhenti lebih dari 3 menit (atau 1 menit di dekat area sekolah) guna mengurangi polusi udara.
- Rincian Pembayaran: Total dana yang ditarik mencapai $9,03 juta. Angka ini terdiri dari $6,88 juta untuk pelanggaran yang sudah berkekuatan hukum tetap (judgment violations) dan $2,15 juta untuk pelanggaran pra-putusan (pre-judgment).
Hubungan dengan Perseteruan Pajak
Penagihan denda besar-besaran ini terjadi di minggu yang sama saat Zohran Mamdani dan Jeff Bezos terlibat adu argumen publik yang sengit terkait kebijakan fiskal:
- Kritik Bezos: Dalam wawancara dengan CNBC, Bezos mengkritik agenda “pajak orang kaya” (tax-the-rich) milik Mamdani dan mengklaim bahwa menggandakan pajaknya sebagai miliarder tidak akan berdampak langsung bagi guru atau kelas pekerja di Queens.
- Balasan Mamdani: Lewat akun X pribadinya, Mamdani menyindir balik pernyataan tersebut dengan menulis, “Saya kenal beberapa guru di Queens yang tidak setuju dengan argumen Anda.”






