Wanita dalam foto ini adalah seorang tentara Israel bernama Nuriel Dubin, berusia 27 tahun. Kisahnya mengungkap kejutan yang mengejutkan… 👇

🔴 Wanita dalam foto ini adalah seorang tentara Israel bernama Nuriel Dubin, berusia 27 tahun. Kisahnya mengungkap kejutan yang mengejutkan… 👇

Tentara ini tewas dalam serangan roket yang menghantam Israel utara dua hari lalu (24/3/2026), dan tunangannya juga terluka dalam serangan yang sama.

Dan di situlah kisah dimulai, yang coba diceritakan media Israel kepada dunia dengan ‘cara tertentu’.

Media Israel dengan cepat mengklaim bahwa tentara ini adalah seorang calon pengantin yang tidak bersalah, seorang wanita muda yang mencintai kehidupan, bekerja dengan anak-anak berkebutuhan khusus, dan sedang mempersiapkan gaun pengantinnya.

📌 Kisahnya dituturkan seperti itu…
Sampai sebuah ‘kesalahan kecil’ mengubah segalanya.

Dalam sebuah wawancara radio di stasiun Israel, Bibinya menceritakan apa yang terjadi setelah serangan itu. Dia mengatakan mereka mengalami dua setengah jam teror, dipenuhi dengan panggilan telepon dan ketakutan keselamatannya, menunggu setiap menit kabarnya, namun tidak ada kabar apapun.

🔘 Yang aneh, orang pertama yang memberi tahu mereka bahwa Nouriel telah tewas bukanlah tentara atau pemerintah. Berita itu datang dari kerabatnya di Miami AS! Berita itu menempuh ribuan kilometer sebelum sampai ke keluarganya di Israel.

Namun, momen yang mengungkap segalanya adalah ketika Bibinya tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat….

Ia berkata, “Ketika perang dimulai pada tanggal 7 Oktober, Nouriel adalah orang pertama yang mengatakan, ‘Saya menunggu perintah.’” Ia melanjutkan, “Ia membawa senjatanya dan siap dipanggil kapan saja (oleh IDF).”

Di sinilah, gambaran berubah tiba-tiba… Wanita muda yang digambarkan media Israel sebagai warga sipil yang tidak bersalah ternyata adalah seorang tentara cadangan IDF. Dan ia siap untuk berperang begitu mereka memanggilnya.

Nuriel awalnya tinggal di pemukiman Margaliot di perbatasan Lebanon, tempat yang penuh ketegangan, senjata, dan kesiapan yang konstan.

🛑 Pada akhirnya, Israel awalnya menggambarkan kisah tersebut sebagai kisah seorang warga sipil yang tidak bersalah, tetapi kenyataannya, dia adalah seorang tentara cadangan dengan senjatanya di rumah, menunggu sinyal untuk membunuh orang Palestina atau Lebanon.

Kisah ini membuktikan kepada dunia bahwa Israel merekrut seluruh masyarakat dan menggunakan para pemukimnya sebagai ‘penjaga perbatasan’ dengan pakaian sipil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. semua wn negara haram yg tidak terdaftar sbg personel IOF itu reserves, wamil, alias komponen tentara cadangan yg siap dimobilisasi kapan saja utk menginvasi negara orang. mana ada orang sipil di sono