Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menghadiri KTT G7 sebagai tamu resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam apa yang secara luas disebut sebagai sebuah mahakarya dalam penataan ulang regional (“Masterclass Realignment”), delegasi kepresidenan Suriah tiba di kota pegunungan Alpen Prancis, Évian-les-Bains, untuk menghadiri KTT G7 ke-52 yang digelar 15-17 Juni 2026.
Kehadiran delegasi Suriah di KTT G7 ke-52 di Évian-les-Bains, Prancis, menandai momen bersejarah dan pergeseran geopolitik besar di Timur Tengah setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Undangan ini merupakan partisipasi pertama Suriah sejak forum ini dibentuk pada tahun 1975.
Undangan bersejarah ini mewakili sebuah titik balik diplomatik yang monumental bagi Damaskus di panggung dunia.

Mengapa Ini Disebut “Masterclass Realignment”?
Peta Logistik Baru: Akibat penutupan Selat Hormuz yang mengganggu 20% pengiriman minyak global, Suriah diproyeksikan menjadi hub logistik dan rantai pasok alternatif yang strategis bagi dunia Barat.
Para pemimpin Barat telah membingkai undangan tersebut seputar dukungan terhadap transisi demokrasi pasca-konflik Suriah, tetapi pendorong utamanya adalah pragmatisme ekonomi yang dingin dan keras.
Perang AS-Iran baru-baru ini telah membuat Teluk Arab sangat bergejolak dan sangat mencekik Selat Hormuz, yang merupakan jalur energi maritim paling penting di dunia.
Dengan jalur pelayaran dan rantai pasokan global yang terguncang akibat dampaknya, G7 mendesak untuk mencari alternatif struktural.
Suriah adalah jawabannya: geografi uniknya menjadikan Suriah yang stabil sebagai koridor transit darat utama yang menghubungkan Irak, Yordania, dan negara-negara Arab Teluk langsung ke Mediterania, secara efektif melewati perairan yang dikuasai Iran.
Apa yang Diharapkan Terjadi?
Diskusi akan berfokus pada pertukaran yang berisiko tinggi:
- Damaskus menginginkan komitmen rekonstruksi ekonomi besar-besaran dan normalisasi penuh hubungan perbankan internasional untuk memungkinkan investasi asing swasta mengalir ke negara tersebut.
- Sebagai imbalannya, G7, khususnya Washington dan Paris, mengharapkan Suriah untuk menjadi penopang stabilitas regional. Ini berarti menutup secara permanen jalur penyelundupan Iran, dan sepenuhnya menolak infiltrasi oleh Hizbullah, Iran, atau milisi rezim Assad yang tersisa.
Persamaan Rusia-Ukraina: Membalikkan Skenario Geopolitik
Yang terpenting, kehadiran Suriah di KTT ini sepenuhnya mengubah dinamika terkait perang yang sedang berlangsung di Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menghadiri KTT Évian, menyoroti kontras yang mencolok dalam apa yang diwakili kedua negara tersebut bagi G7: sementara Ukraina tetap menjadi fokus bantuan pertahanan Barat terhadap agresi Rusia, Suriah telah berubah dari benteng Rusia menjadi kendaraan untuk strategi penahanan Barat.
Dengan Moskow yang sangat terkuras oleh perang berkepanjangan di Ukraina, kemampuannya untuk mempertahankan cengkeramannya yang kuat dan historis atas Damaskus telah terkikis secara drastis. G7 bergerak cepat mengisi kekosongan ini, menggunakan janji dana rekonstruksi untuk secara permanen melepaskan Suriah dari orbit Rusia-Iran dan mengintegrasikannya ke dalam kerangka keamanan Euro-Mediterania.







pantas saja Amerika 🗽 Serikat dan Israel betah perang disana, cadangan minyak bumi 🌏 nya banyak
mantap, suriah sudah bebas dari cengkraman penjajah siah iran, next lebanon dan yaman, ngisroil dan siah iran dua problem di timteng
sama dgn arab lain….ngga ada yg istimewa dgn monyet satu ini…ujung2 nya antek barat dan yahudi…
suruh monyet ini bebaskan golan..jgn cuma jln2 naik turun hotel mewah dan mobil mewah..
nebaknya aga’ gampang y guys.. klo baca artikel trus d dlm nya ad unsur “memelihara prmusuhan” ntah itu timur & barat.. Sunni & Syiah.. sumbernya darimana..
☝🏻✌🏻
mreka adlh org2 yg “senang” apabila konflik d bumi itu brterusan..
.. Islam bersatulah..
apanya yg harus dibanggakan? jadi penyuply energi negara penjajah, yg mesin2 perangnya menggenosida umat islam.
umat islam harus bersatu, memperjuangkan tegaknya khilafah. supaya lepas dari cengkraman penjajah dan antek2nya.