Unggahan media sosial lama yang diyakini berasal dari Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang ditolak masuk ke Amerika Serikat dan dilarang memimpin pertandingan pada Piala Dunia FIFA 2026, menunjukkan bahwa ia berulang kali menyebut Presiden Donald Trump sebagai seorang rasis, mengecam pelantikannya, dan menuduh pejabat AS mencampuri urusan Afrika.
Unggahan tersebut berasal dari akun X dengan nama pengguna @Ref_Artan, yang dibuat pada 2013, dan terhubung dengan akun Facebook lain yang diyakini milik Artan yang memuat berbagai konten mengenai kariernya sebagai wasit.
Postingan-postingan itu berasal dari Januari 2017. Pada Hari Pelantikan Trump, akun tersebut beberapa kali membalas langsung unggahan Trump, menyebut pidato pelantikannya sebagai “radikal” dan menggambarkan Trump sebagai “ancaman terbesar bagi demokrasi Amerika dan perdamaian dunia.”
Beberapa hari kemudian, saat menanggapi unggahan Trump mengenai eksekusi terhadap umat Kristen di Timur Tengah, akun tersebut menulis bahwa Trump “jelas seorang rasis dan hanya berbicara untuk satu agama.” Pernyataan itu tampaknya merujuk pada kebijakan larangan perjalanan yang baru diberlakukan saat itu terhadap beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Somalia.
Dalam balasan lain pada bulan yang sama, akun tersebut menulis:
“Ini tentang menyingkirkan Muslim dari AS.”
Pada Agustus 2018, akun itu masih aktif mengkritik Trump. Menanggapi salah satu unggahan Trump yang menyerang media, akun tersebut menulis:
“Beruntung negara saya tidak memiliki presiden seperti Anda.”
Kritik Juga Ditujukan kepada Biden
Kritik Artan tidak hanya ditujukan kepada Trump.
Pada 2021, akun tersebut berbalik mengkritik Presiden Joe Biden setelah permohonan visa Diversity Visa yang diajukannya mengalami hambatan.
Dalam unggahannya kepada Biden, akun itu menulis:
“Saya keliru mendukung Anda selama kampanye dan pemilu karena mengira Anda lebih baik daripada Trump. Ternyata saya salah, dan terima kasih karena telah menghancurkan impian kami.”
Akun tersebut juga beberapa kali berdebat dengan United States Department of State dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken terkait keterlibatan AS di Somalia dan Tanduk Afrika.
Dalam sebuah unggahan Januari 2022 yang ditujukan kepada Departemen Luar Negeri AS, akun tersebut menulis:
“Jangan campuri urusan negara saya.”
Dalam unggahan lain yang ditujukan kepada Blinken, akun itu mengatakan:
“Masa ketika Afrika diberi tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sudah lama berlalu.”
Siapa Omar Artan?

Keputusan Amerika Serikat menolak masuk seorang ofisial pertandingan yang telah ditunjuk FIFA dianggap sangat tidak biasa dan memicu kemarahan di berbagai negara, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan Amerika sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Artan dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 oleh Confederation of African Football dan dijadwalkan menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia.

Ia telah memimpin berbagai pertandingan internasional selama bertahun-tahun, termasuk di ajang Africa Cup of Nations.
Namun impian tersebut berakhir di Bandara Internasional Miami pada akhir pekan lalu.
Setelah tiba dengan penerbangan dari Istanbul, ia dipulangkan kembali. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan bahwa ia “dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena adanya kekhawatiran dalam proses pemeriksaan keamanan.”
Menurut Kedutaan Somalia di Kenya, visa perjalanan ke Amerika Serikat sebenarnya telah diterbitkan untuk Artan pada pekan sebelumnya.
Seorang pejabat pemerintahan Trump kemudian mengatakan kepada CNN bahwa proses pemeriksaan menemukan “informasi negatif, termasuk hubungan dengan individu yang diduga terkait organisasi teroris.”
FIFA mengonfirmasi bahwa Artan:
“Tidak akan dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan pada Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.”
Disambut Sebagai Pahlawan di Somalia

Setelah kembali ke ibu kota Somalia, Mogadishu, Artan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Somalia, masyarakat Somalia, dan FIFA atas dukungan yang diberikan kepadanya.
Ia mengatakan:
“Saya berjanji, insya Allah, saya akan hadir pada Piala Dunia berikutnya.”
Ratusan pendukung yang menyambutnya di bandara mengibarkan bendera Somalia dan memberikan dukungan.
Kemudian pada hari yang sama, ribuan penggemar sepak bola memadati stadion di Mogadishu dalam acara penyambutan untuk Artan. Lagu-lagu patriotik berkumandang sementara para pendukung mengibarkan bendera nasional dan memberikan penghormatan kepadanya.
Perdana Menteri Somalia, Hamza Abdi Barre, juga menerima Artan dan menulis di X bahwa sang wasit:
“Telah memenangkan hati jutaan orang dan mengamankan tempatnya dalam sejarah.”
Barre menambahkan:
“Ia mendedikasikan dirinya agar sepak bola ditentukan oleh prestasi dan keadilan, namun takdir menghalanginya tampil di panggung yang sangat layak ia dapatkan.”
Larangan Perjalanan dan Pemeriksaan Media Sosial
Somalia termasuk salah satu dari 39 negara yang terdampak kebijakan larangan perjalanan pemerintahan Trump, yang menempatkan warga negara-negara tersebut di bawah pengawasan tambahan.
Kasus Artan juga muncul ketika pemerintah AS memperluas pemeriksaan media sosial terhadap para pemohon visa.
Sejak 2019, Amerika Serikat mewajibkan para pemohon visa mencantumkan seluruh nama pengguna atau akun media sosial yang mereka gunakan dalam lima tahun terakhir pada formulir permohonan visa.
(Sumber: Newsweek)







di sini ada satu mahluk rasis tapi fine2 aja tuh 😂😂😂
smlia negara apasih penting kah