MAKIAN

Tiyo itu profilnya mirip Budiman Sudjatmiko. Sama beraninya di waktu muda. Standar minimal jadi seorang aktivis memang berani dulu, lainnya menyusul kemudian. Mereka memaki pejabat tak kompeten sudah seperti bernafas, sama entengnya.

Kalo dibanding Budiman dan kawan-kawan mahasiswa ‘98, makian Tiyo dkk, saya kira kok masih terasa lembut. Karena era medsos, bisa diputar sepanjang waktu aja jadi bikin njenggirat banyak orang.

Apa Tiyo kelak akan jadi aktivis semacam Budiman dkk yang mleyot ditelan jaman, berpelukan hangat dengan kekuasaan? Tidak menutup kemungkinan itu, karena memang ada polanya.

Pendahulu mereka, Idrus Marham dkk, juga demikian. Mereka menangguk untung dari “investasi semasa muda”. Serius, untuk jadi politisi, salah satu jalan terbaiknya memang jadi aktivis ketika kuliah.

Tetapi selagi muda, masih memilih berani, ya baiknya didukung saja. Yang berbahaya itu kalo sudah mulai menua, gak suka memaki, mulai bertutur kata halus, tapi mulai korupsi.

Betul, Drus? 😅

Haryo Setyo Wibowo
Ahlinya ahli memaki dalam hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar